Buka Rise Talks, Wardhany Sutjidra Tekankan Pentingnya Kehadiran Emosional Ibu dalam Keluarga

0
159
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng, Wardhany Sutjidra, secara resmi membuka kegiatan Rise Talks yang digelar di SMK Negeri 1 Kubutambahan, Kamis 16 April 2026.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng, Wardhany Sutjidra, secara resmi membuka kegiatan Rise Talks yang digelar di SMK Negeri 1 Kubutambahan, Kamis 16 April 2026. Sumber foto: Humas Buleleng

UPDATEBALI.com, BULELENG – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng, Wardhany Sutjidra, secara resmi membuka kegiatan Rise Talks yang digelar di SMK Negeri 1 Kubutambahan, Kamis 16 April 2026.

Dalam forum bertema “Hadir Utuh, Mengasuh Tangguh: Seni Membangun Koneksi dan Sinergi di Rumah” tersebut, ia juga tampil sebagai narasumber utama.

Kegiatan ini menyoroti pentingnya peran ibu dalam membentuk keluarga yang harmonis sekaligus mencetak generasi yang berkualitas. Wardhany menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia sejak dini.

Baca Juga:  Perkemahan Bakti Saka Pramuka : Momentum Melihat Dimensi Hidup Lebih Luas

Menurutnya, kehadiran seorang ibu tidak cukup hanya secara fisik, tetapi juga harus menyentuh aspek emosional dalam kehidupan anak. Peran ibu, kata dia, sangat luas mulai dari pendidik pertama, pengelola emosi keluarga, penjaga kesehatan, hingga menjadi teladan bagi anak-anak.

“Ibu memiliki posisi yang sangat strategis dalam keluarga. Kehadiran yang utuh akan membentuk karakter, kepercayaan diri, dan masa depan anak,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan pengasuhan di era modern, di mana banyak ibu harus menjalani peran ganda, baik di ranah domestik maupun profesional. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital turut memengaruhi pola interaksi dalam keluarga.

Baca Juga:  Kukuhkan 11 Orang Guru Besar Tetap, Universitas Udayana Kini Miliki 222 Guru Besar Tetap

Wardhany mengingatkan agar penggunaan gadget tidak mengurangi kualitas komunikasi antara orang tua dan anak. Ia menilai fenomena digital distraction berpotensi menghambat terbangunnya kedekatan emosional jika tidak disikapi secara bijak.

“Jangan sampai kehadiran kita tergantikan oleh layar. Anak-anak membutuhkan perhatian nyata, bukan sekadar keberadaan fisik,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak para peserta untuk melakukan refleksi terhadap kualitas hubungan dalam keluarga. Membangun komunikasi yang hangat dan meluangkan waktu bersama anak dinilai sebagai langkah sederhana namun berdampak besar.

Baca Juga:  Pemerintah Kabupaten Jembrana Salurkan Beasiswa kepada 759 Mahasiswa

Melalui kegiatan ini, diharapkan para ibu semakin memahami perannya dalam membangun pola asuh yang sehat dan berkualitas, sehingga mampu melahirkan generasi yang tangguh, sehat, dan siap bersaing di masa depan.(adv/ub)