
UPDATEBALI.com, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Program Pemagangan Nasional sebagai langkah strategis menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IX, M. Yahya Zaini di Kantor Wali Kota Denpasar, Kamis, 16 April 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Denpasar menilai program pemagangan sebagai sarana efektif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja, khususnya di sektor pariwisata dan jasa.
Arya Wibawa menjelaskan bahwa pelaksanaan program pemagangan di Denpasar telah berjalan sesuai regulasi, termasuk mengacu pada Permenaker Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri. Dari hasil evaluasi, program ini terbukti memberikan dampak positif terhadap peluang kerja.
“Sekitar 40 hingga 60 persen peserta pemagangan memiliki peluang direkrut menjadi pekerja tetap. Ini menunjukkan bahwa pemagangan benar-benar menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja,” ujarnya.
Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan, di antaranya Plt. Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Estiarty Haryani, serta Direktur Bina Kelembagaan Pelatihan Vokasi, Andri Susila, bersama jajaran perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Sementara itu, M. Yahya Zaini menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mengkaji secara langsung pelaksanaan program pemagangan nasional, khususnya bagi lulusan perguruan tinggi yang dinilai masih membutuhkan penguatan keterampilan praktis.
“Banyak lulusan memiliki kemampuan akademik yang baik, namun perlu ditingkatkan dari sisi keterampilan dan kesiapan menghadapi kebutuhan dunia industri. Program pemagangan menjadi solusi penting dalam hal ini,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah terus memberikan dukungan melalui berbagai program peningkatan kompetensi sumber daya manusia, termasuk membuka peluang kerja melalui program pemagangan yang difasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Dipilihnya Denpasar sebagai lokasi kunjungan bukan tanpa alasan. Kota ini dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi, perdagangan, dan jasa di Provinsi Bali, serta berdekatan dengan kawasan pariwisata utama seperti Sanur, Kuta, dan Nusa Dua.
Kondisi tersebut menjadikan Denpasar sebagai lokasi ideal untuk pengembangan program pemagangan di sektor hospitality, kuliner, dan layanan jasa.
“Dengan karakter ekonomi berbasis jasa dan pariwisata, Denpasar berpotensi menjadi model pengembangan pemagangan yang dapat direplikasi di daerah lain,” tambah Zaini.
Di akhir kegiatan, turut dilakukan penyerahan simbolis manfaat program BPJS Ketenagakerjaan berupa jaminan kematian, jaminan hari tua, dan beasiswa kepada ahli waris peserta.
Melalui sinergi lintas lembaga ini, diharapkan program pemagangan nasional dapat terus berkembang dan mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten, adaptif, serta siap bersaing di dunia kerja.(per/ub)


