Wawali Arya Wibawa Terima Mandaya Awards 2025, Denpasar Kian Mantap di Jalur Transformasi Sosial Digital

0
99
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima penghargaan Mandaya Awards 2025 kategori Pamberdayaan dan Perlindungan Sosial yang diserahkan langsung Menko Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar yang digelar di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta, Kamis sore, (16/10/2025).
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima penghargaan Mandaya Awards 2025 kategori Pamberdayaan dan Perlindungan Sosial yang diserahkan langsung Menko Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar yang digelar di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta, Kamis sore, (16/10/2025). Sumber foto : Humas Denpasar

UPDATEBALI.com, JAKARTA – Pemerintah Kota Denpasar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Kali ini, Pemkot Denpasar meraih Penghargaan Mandaya Awards 2025 dari Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia atas keberhasilannya dalam program pemberdayaan dan perlindungan sosial.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar kepada Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, dalam acara Mandaya Awards 2025 yang digelar di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta, Kamis sore, 16 Oktober 2025.

Menko PM Muhaimin Iskandar dalam sambutannya menyampaikan bahwa penghargaan Mandaya bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan pengakuan atas kerja nyata dalam meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Harga Minyak Goreng Curah di Medan Tembus Rp18.000/Liter

“Mandaya adalah simbol pengakuan negara terhadap kiprah nyata pemberdayaan masyarakat. Ini bukan hanya penghargaan, tetapi cambuk bagi kita semua untuk bekerja lebih keras karena tantangan sosial ekonomi ke depan masih kompleks,” tegasnya.

Muhaimin mengungkapkan bahwa angka kemiskinan nasional pada tahun 2025 masih berada di angka 8,47 persen, dengan sekitar 12,58 juta jiwa penduduk miskin di pedesaan.

Ia juga menyoroti ketimpangan sosial dengan gini rasio 0,375, serta 4,85 juta pengangguran terdidik dari total 7,28 juta penganggur nasional.

“Paradigma pembangunan harus berubah, dari bantuan menjadi pemberdayaan, dari program menjadi gerakan, dan dari ide menjadi dampak nyata,” ujarnya.

Baca Juga:  BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat di Beberapa Wilayah Indonesia

Lebih lanjut, Muhaimin menekankan bahwa setiap kebijakan pemerintah harus mengarah pada peningkatan daya dan produktivitas masyarakat.

“Pemerintah wajib memastikan seluruh fasilitas publik dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan UMKM dan kegiatan ekonomi akar rumput. UMKM harus menjadi prioritas utama agar mampu bersaing di tengah iklim ekonomi yang ketat,” tambahnya.

Dalam acara tersebut, Kemenko PM juga menilai bahwa 50 inisiatif terbaik penerima Mandaya Awards memiliki kesamaan visi, yakni membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan dan berbasis pada kepercayaan kepada masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima.

Baca Juga:  Juara Dua Paritrana Award Bali, Komitmen Elizabeth International Terhadap Kesejahteraan Tenaga Kerja

“Penghargaan Mandaya Awards ini merupakan pengakuan atas keberhasilan Pemerintah Kota Denpasar dalam menjalankan program pengentasan kemiskinan berbasis perlindungan sosial melalui sistem digitalisasi DTKS-NIK yang dilengkapi dengan home visit, serta diperkuat oleh kontribusi BUM Desa dalam meningkatkan PADes dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi dorongan bagi seluruh jajaran Pemkot Denpasar untuk terus berinovasi dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera.

“Langkah ini akan terus kami lanjutkan sebagai komitmen bersama mewujudkan Denpasar sebagai kota yang inklusif dan berkeadilan sosial,” tutupnya.(per/ub)