UPDATEBALI.com, DENPASAR – Upaya membentuk generasi muda yang berkarakter, kreatif, dan mandiri terus dilakukan oleh SMA Negeri 1 Denpasar melalui kegiatan kepramukaan bertajuk Kresna Rada Competition (KRC) 2025, yang akan digelar pada 29 Juli mendatang.
Ajang bergengsi ini mendapat sambutan hangat dari Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. Saat menerima audiensi panitia KRC 2025 pada Kamis 19 Juni 2025, Arya Wibawa menyampaikan apresiasinya atas inisiatif generasi muda yang aktif merancang kegiatan produktif dan mendidik.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter anak muda kita. Saya mendukung penuh upaya positif seperti ini, apalagi jika pelaksanaannya serius dan berkelanjutan. Jangan hanya menjadi acara simbolis, tapi benar-benar memberi dampak,” ujar Arya Wibawa.
Ketua Panitia KRC 2025, Ketut Lanang Radian Sura Ariwibawa, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema “Bangkitkan tunas muda dengan jiwa kesatria yang mandiri dan kreatif di tengah gemuruh dunia”, sebagai refleksi semangat Pramuka dalam menghadapi tantangan era globalisasi.
Kresna Rada Competition dirancang sebagai ajang lomba kepramukaan yang mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan karakter dan pengembangan potensi kepemimpinan. Kompetisi ini didasarkan pada prinsip dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka No. 203 Tahun 2009, dan ditujukan untuk membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berlandaskan semangat gotong royong.
Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 1 Denpasar berharap dapat meningkatkan citra Smansa Scout sekaligus memperkuat eksistensi Pramuka Penggalang di Bali. KRC 2025 juga menjadi momentum penting bagi anggota Pramuka untuk kembali menunjukkan kreativitas dan semangat kompetisi sehat setelah lama tidak aktif akibat pandemi.
Dua cabang lomba utama yang akan digelar antara lain Lomba Pionering, yang menantang kemampuan peserta dalam membangun struktur sederhana menggunakan tongkat dan tali, serta Lomba Jelajah Kota, sebuah penelusuran medan yang dikombinasikan dengan misi dan soal-soal terkait kepramukaan dan budaya lokal.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang eksplorasi bakat sekaligus pembentukan mental para peserta. Kami percaya, semangat kepramukaan masih sangat relevan dalam mencetak generasi Indonesia Emas 2045,” tegas Lanang.(per/ub)





