Wabup Supriatna Soroti Krisis Sampah di TPA Bengkala, Ajak Warga Ubah Kebiasaan dari Rumah

0
140
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, meninjau TPA Bengkala dan mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah guna mengurangi beban TPA yang sudah mengalami kelebihan kapasitas.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, meninjau TPA Bengkala dan mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah guna mengurangi beban TPA yang sudah mengalami kelebihan kapasitas. Sumber foto : Humas Buleleng

UPDATEBALI.com, BULELENGWakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna meninjau langsung kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala, Selasa, 21 April 2026, menyusul meningkatnya volume sampah harian yang menyebabkan fasilitas tersebut mengalami kelebihan kapasitas.

Dalam kunjungan tersebut, Wabup Gede Supriatna melihat langsung proses pengelolaan sampah di lapangan dan menilai kondisi TPA Bengkala saat ini berada dalam tekanan berat akibat keterbatasan daya tampung.

Ia menjelaskan, TPA Bengkala memiliki luas sekitar 7,8 hektar dan sebagian besar menerima sampah dari wilayah perkotaan, sementara sejumlah desa telah memiliki Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Dari sekitar 400 meter kubik sampah yang masuk setiap hari, hanya sekitar 12 persen yang dapat diolah.

Baca Juga:  Ratusan Kepsek Jajal Pemanfaatan Teknologi Guna Genjot Mutu Pendidikan

“Jika tidak dilakukan pemilahan dari sumbernya, maka sampah akan terus menumpuk,” ujarnya.

Wabup Supriatna juga menegaskan bahwa sistem open dumping yang sebelumnya digunakan sudah tidak diperbolehkan oleh pemerintah pusat. Saat ini, pengelolaan sampah di TPA Bengkala mulai beralih ke sistem controlled landfill sebagai langkah transisi untuk mengurangi dampak lingkungan.

“Saat ini kita beralih ke controlled landfill dalam pengelolaan sampah di TPA Bengkala. Karena itu kami mengajak masyarakat mulai memilah sampah dari rumah tangga,” tegasnya.

Baca Juga:  Penutupan TPA Suwung 2026, Pemerintah Pusat dan Daerah Bali Siapkan Skema Penanganan Sampah

Untuk mengurangi beban TPA, Pemerintah Kabupaten Buleleng menerapkan kebijakan pemilahan sampah dari sumber. Pengangkutan sampah kini dibedakan berdasarkan jenis, yakni sampah organik pada hari ganjil dan anorganik pada hari genap.

Pemerintah Kabupaten Buleleng menilai peran aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan pengelolaan sampah, khususnya dalam upaya mengurangi penumpukan di TPA Bengkala.

Baca Juga:  Meriahkan HUT Kota Negara ke-127, Bupati Tamba Lepas Peserta Gerak Jalan Tingkat SMP

Wabup Gede Supriatna berharap kebijakan ini dapat didukung penuh oleh masyarakat demi menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Sekali lagi kami mengajak seluruh masyarakat Buleleng untuk memilah sampah dari rumah tangga. Kami menunggu kerja sama semua pihak,” ujarnya.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Pemkab Buleleng optimistis pengelolaan sampah dapat berjalan lebih optimal sekaligus menjaga kualitas lingkungan daerah.(adv/ub)