Tragis, Seorang Remaja Temukan Tubuh Laki-laki Tergantung di Kebun

0
165
Tragis, Seorang Remaja Temukan Tubuh Laki-laki Tergantung di Kebun. Sumber Foto : Istimewa

UPDATEBALI.com, KLUNGKUNG – Seorang remaja berusia 17 tahun, I Gede Turun Tirtayana, yang tinggal di Dusun Pasekan, Desa Dawan Kaler, Kecamatan Dawan, Klungkung, bermaksud kunjungi temannya, Putu Kusuma Cahyadi, di wilayah yang sama. Namun, apa yang seharusnya menjadi kunjungan biasa-biasa saja berubah menjadi momen traumatik yang tak terlupakan.

Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Rabu, 1 November 2023, sekitar pukul 07.15 WITA. Saat dalam perjalanan menuju rumah temannya, Turun Tirtayana tiba-tiba terperangah oleh pemandangan yang mengerikan. Ia melihat tubuh seorang laki-laki tergantung di sebuah pohon Ceroring yang berada di tegalan (kebun) milik I Kadek Suarsana di wilayah Banjar Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung.

Baca Juga:  Kompetisi Ide Bisnis Pertamina Pertamuda Diikuti 3.245 Mahasiswa Calon Pengusaha

Dengan tubuh gemetar dan penuh ketakutan, Turun Tirtayana segera memberitahu temannya, Putu Kusuma Cahyadi, tentang penemuan tersebut. Bersama-sama, mereka bergegas menuju tempat kejadian perkara (TKP). Setelah mencapai TKP, mereka dengan sedih mengetahui bahwa laki-laki yang tergantung itu adalah I Nengah Tantra, seorang pria berusia 66 tahun. Mereka mengenalnya baik karena berasal dari Banjar Pasekan yang sama.

Kedua saksi segera memberitahu keluarga korban yang tinggal tidak jauh dari TKP. Keluarga korban kemudian menghubungi Polsek Dawan untuk melaporkan kejadian tragis ini.

Baca Juga:  Wali Kota Jaya Negara Buka Parade Seni dan Budaya Peguyangan Kangin Festival 2024

Kapolsek Dawan, AKP Komang Susiawan, membenarkan peristiwa gantung diri tersebut. Pihak kepolisian segera turun ke TKP dan berkoordinasi dengan tim medis di Puskesmas Dawan I.

Menurut Kapolsek Susiawan, hasil pemeriksaan oleh petugas kesehatan Puskesmas Dawan I tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Mereka hanya menemukan tanda-tanda kematian akibat gantung diri, seperti cairan di kelamin dan air liur di mulut korban.

Baca Juga:  Kesiapan Penilaian Mandiri, Tim SDI Buleleng Lakukan Rakor Pembinaan Statistik Sektoral

Pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari keluarga korban. Meskipun korban masih bujang dan tinggal satu pekarangan dengan kakaknya, I Wayan Mendra, selama ini tidak pernah ada laporan atau masalah yang terjadi. Keluarga korban pun menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak berencana melanjutkan ke proses hukum.

Kejadian ini meninggalkan luka mendalam bagi saksi-saksi yang tanpa sengaja menjadi bagian dari peristiwa tragis ini. Semoga keluarga korban dapat menemukan ketenangan di tengah duka yang mendalam. (tra/ub)