Tiga Karya Keagamaan di Munggu Dihadiri Bupati Badung, Sinergi Pemerintah dan Desa Adat Diperkuat

0
120
Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat kolaborasi dengan desa adat dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan adat, agama, tradisi, serta budaya Bali di tengah pesatnya pembangunan.
Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat kolaborasi dengan desa adat dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan adat, agama, tradisi, serta budaya Bali di tengah pesatnya pembangunan. Sumber foto: Humas Badung

UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat kolaborasi dengan desa adat dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan adat, agama, tradisi, serta budaya Bali di tengah pesatnya pembangunan.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri sejumlah karya keagamaan di wilayah Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Rabu 12 Agustus 2026.

Pada momentum Tilem Sasih Karo tersebut, Bupati Adi Arnawa hadir sebagai upasaksi dalam tiga rangkaian kegiatan keagamaan yang digelar masyarakat setempat.

Ketiga kegiatan itu meliputi Pujawali dan Melaspas, Pasupati, Arca Pralingga serta Nutug Karya di Pura Puseh Desa Dalem, Desa Adat Pande Munggu, Banjar Dukuh Pandean. Selanjutnya, Pujawali Pura Dalem Kahyangan Wisesa, Desa Adat Munggu, serta Piodalan di Pura Dalem Kahyangan Tuwed Agung, Banjar Dukuh Sengguan, Desa Adat Kertha Bhujangga.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Hadiri Aksi Tanam Mangrove, Perkuat Sinergi Jaga Pesisir Bali

Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan harmonis antara pemerintah, desa adat dan krama dalam menjalankan kehidupan keagamaan sekaligus mempertahankan nilai-nilai budaya Bali.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa mengatakan arah pembangunan Badung tidak dapat dilepaskan dari upaya mempertahankan adat, agama, tradisi, seni dan budaya. Di sisi lain, pembangunan infrastruktur juga dinilai penting untuk mendukung keberlangsungan pariwisata sebagai sektor strategis bagi perekonomian daerah.

“Pariwisata menjadi tulang punggung perekonomian kita, bantuan pembangunan hingga bantuan bagi para penyandang disabilitas ini berasal dari pendapatan Pemerintah Kabupaten Badung yang cukup, yang bersumber dari sektor pariwisata. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus membantu meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Turun ke Lapangan, Bupati Adi Arnawa Pastikan Penataan Pantai Bingin Sesuai Harapan Warga

Menurut Adi Arnawa, pembangunan tidak hanya diarahkan pada peningkatan infrastruktur fisik. Pemerintah Kabupaten Badung juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan, salah satunya Beasiswa Nak Badung.

“ tentunya melalui program Beasiswa Nak Badung ini, saya berharap agar para orang tua yang kurang mampu, maupun yang berprofesi sebagai petani tidak lagi takut untuk menyekolahkan anaknya hingga sarjana,” jelas Adi Arnawa.

Ia berharap pelaksanaan seluruh rangkaian karya keagamaan di Desa Munggu dapat berlangsung dengan lancar serta membawa manfaat bagi masyarakat. Kebersamaan dan gotong royong antara pemerintah, desa adat dan krama juga diharapkan terus dipertahankan.

“Semoga seluruh rangkaian karya berjalan dengan lancar, membawa kerahayuan, kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh krama. Mari kita terus jaga kebersamaan, gotong royong dan keharmonisan antara pemerintah, desa adat dan masyarakat,” harap Bupati.

Baca Juga:  Pameran Badung UMKM Week 2022

Dukungan Pemkab Badung terhadap pembangunan fasilitas keagamaan turut diwujudkan melalui penyerahan hibah secara simbolis. Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan sebesar Rp500 juta untuk pembangunan di Pura Puseh Desa Dalem, Desa Adat Pande Munggu.

Penyerahan bantuan tersebut disaksikan anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Rai Wirata dan Wayan Edi Sanjaya, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel Desa Munggu I Ketut Darta beserta perangkat desa, para Bendesa Adat, Kelian Dinas, Kelian Adat, serta tokoh masyarakat se-Desa Munggu.

Melalui dukungan tersebut, Pemkab Badung berharap pembangunan dapat berjalan selaras dengan penguatan kehidupan adat dan budaya, sehingga kemajuan daerah tetap berpijak pada nilai-nilai yang menjadi identitas masyarakat Bali.(den/ub)