Rasniathi Ingatkan Paskibraka Badung: Jangan Sentuh Narkoba, Jadilah Generasi Berprestasi

0
142
Bunda Anti Narkoba Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri sekaligus memimpin kegiatan Prosesi Potong Rambut Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2026, di Hotel Made Bali, Rabu (12/8).
Bunda Anti Narkoba Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri sekaligus memimpin kegiatan Prosesi Potong Rambut Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2026, di Hotel Made Bali, Rabu (12/8). Sumber foto : Humas Badung

UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Badung untuk menjalankan tugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terus dimatangkan.

Salah satunya melalui prosesi potong rambut yang dirangkai dengan penyuluhan bahaya narkoba, Rabu, 12 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Made Bali tersebut dipimpin Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Prosesi ini diikuti seluruh anggota Paskibraka yang tengah menjalani tahap pemantapan latihan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung sebagai narasumber, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung beserta jajaran, pembina, pelatih, serta seluruh anggota Paskibraka Kabupaten Badung.

Bagi para anggota Paskibraka, potong rambut tidak hanya menjadi bagian dari persiapan penampilan. Prosesi tersebut dimaknai sebagai simbol pembentukan karakter, kedisiplinan, kesetaraan, dan kesiapan mental maupun fisik sebelum menjalankan tugas mengibarkan bendera Merah Putih.

Baca Juga:  Universitas Udayana Terima Kunjungan SMAN 1 Rajagaluh Majalengka

Nyonya Rasniathi Adi Arnawa mengatakan kerapian menjadi bagian penting dari pembentukan sikap seorang anggota Paskibraka.

“Potong rambut ini adalah tanda bahwa kalian sedang membentuk karakter yang tangguh, bersih, dan berwibawa. Tampil rapi mencerminkan hati yang tertib, pikiran yang bersih, serta tekad yang kuat untuk menjadi teladan bagi generasi muda lain di Kabupaten Badung,” ujarnya.

Selain pembentukan karakter, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman kepada para Paskibraka mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika. Menurut Rasniathi, anggota Paskibraka merupakan generasi pilihan sekaligus representasi pemuda Badung yang diharapkan mampu menjadi contoh positif bagi lingkungan sekitarnya.

Baca Juga:  Bunda Anti Narkoba Badung Edukasi Pelajar, Ajak Siswa Jadi Generasi Tangguh Tanpa Narkoba

Ia mengingatkan para peserta agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang dapat mengancam masa depan, termasuk penyalahgunaan narkoba.

“Kalian adalah generasi pilihan, harapan keluarga dan kebanggaan daerah. Jangan pernah menyentuh narkoba dalam bentuk apa pun. Jadilah pemuda yang sehat, cerdas, berprestasi, dan bermanfaat. Isi waktu dengan kegiatan positif, latihan yang tekun, dan pelajaran yang sungguh-sungguh. Sosialisasi ini kami gencarkan agar kalian sadar sejak dini narkoba bukan solusi, melainkan penghancur mimpi dan masa depan,” tegasnya.

Menurutnya, edukasi mengenai bahaya narkoba perlu diberikan sejak dini agar para generasi muda memiliki kemampuan untuk menjaga diri dan mengambil keputusan yang tepat dalam pergaulan.

Rasniathi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka, pembina, pelatih, panitia, serta berbagai instansi yang telah mendukung rangkaian persiapan menuju pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Baca Juga:  IDC 2025, AMSI: Ada Ancaman AI Terhadap Eksistensi Media

Ia berharap seluruh proses pembinaan dapat membentuk anggota Paskibraka yang tidak hanya siap menjalankan tugas secara profesional, tetapi juga memiliki karakter kuat serta terbebas dari narkoba dan pergaulan yang tidak sehat.

“Semoga kalian menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, bangga, dan penuh semangat. Tunjukkan kepada semua pemuda Badung itu hebat, bersih, dan berprestasi. Selamat berlatih dengan giat,” tutupnya.

Melalui kegiatan tersebut, persiapan Paskibraka Badung tidak hanya difokuskan pada kemampuan teknis baris-berbaris dan pengibaran bendera, tetapi juga pembentukan mental, kedisiplinan, karakter, serta kesadaran untuk menjaga diri dari ancaman narkoba.(den/ub)