UPDATEBALI.com, BULELENG – Tarian Rejang yang indah dan anggun menjadi pembuka dalam prosesi Bhakti Penganyar yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng di Pura Agung Besakih, Karangasem.
Delapan pegawai Sekretariat Daerah (Setda) Buleleng menghiasi pagi tersebut dengan gerakan memukau dalam Tari Rejang.
Prosesi tersebut dipimpin oleh Penjabat Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana bersama Ny. Paramita Lihadnyana, Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa, dan para pimpinan SKPD lingkup Pemkab Buleleng. Ida Pedanda Bukit Kemenuh dari Griya Singarata, Rendang, Karangasem turut serta dalam memimpin rangkaian upacara Bhakti Penganyar.
Ratusan umat Hindu turut memadati Pura Agung Besakih untuk menyaksikan prosesi ini. Bhakti Penganyar merupakan bentuk penghormatan dan bakti Pemkab Buleleng kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan para dewa-dewi yang dipercaya bersemayam di Pura Agung Besakih.
Setelah prosesi, Ketut Lihadnyana menjelaskan bahwa Bhakti Penganyar ini adalah manifestasi dari bakti dan penghormatan terhadap para dewa yang bersemayam di Pura Agung Besakih. Lebih dari itu, upacara ini juga merupakan doa untuk keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta.
“Dengan penuh pengharapan, kita berdoa kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan para dewa yang dipuja di Pura Agung Besakih agar memberikan keselamatan dan kesejahteraan bagi semua,” ungkapnya.
Selain sebagai bentuk bakti, Bhakti Penganyar juga menjadi sarana untuk menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan dan alam semesta. Hal ini diungkapkan oleh Lihadnyana yang menyatakan rasa syukur dan terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas berkah yang dilimpahkan kepada masyarakat Buleleng.
“Bhakti Penganyar ini bukan hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas berkah-Nya yang melimpah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Lihadnyana menegaskan bahwa Bhakti Penganyar ini merupakan komitmen Pemkab Buleleng dalam menjaga dan melestarikan adat dan budaya Bali. Upacara ini juga menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan spiritual antara Pemkab Buleleng dengan masyarakat Hindu di Bali.
“Kami sangat menghargai dan berupaya untuk melestarikan adat dan budaya Bali. Bhakti Penganyar ini adalah wujud dari komitmen kami untuk memperkuat hubungan spiritual antara Pemkab Buleleng dengan masyarakat Bali,” ungkapnya.
Dengan semangat yang kental dalam memelihara tradisi dan spiritualitas, Bhakti Penganyar di Pura Agung Besakih telah menjadi titik penting dalam agenda kegiatan keagamaan dan budaya di Bali. (adv/ub)





