UPDATEBALI.com, BULELENG – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra turun langsung meninjau sejumlah wilayah terdampak banjir bandang di Kecamatan Banjar, Sabtu 7 Maret 2026 pagi.
Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan agar penanganan bagi masyarakat yang terdampak dilakukan secara cepat dan terkoordinasi oleh tim gabungan.
Bencana banjir bandang terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Buleleng pada Jumat malam. Beberapa kecamatan dilaporkan terdampak, di antaranya Busungbiu, Seririt, Sukasada, dan Banjar. Dari sejumlah wilayah tersebut, kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Banjar.
Selain merusak sejumlah bangunan dan fasilitas warga, peristiwa tersebut juga menimbulkan korban jiwa. Dilaporkan satu orang meninggal dunia, sementara seorang ibu bersama dua anaknya masih dalam pencarian setelah terseret arus banjir.
Saat meninjau lokasi bencana, Bupati Sutjidra didampingi Pelaksana Harian Kepala BPBD Buleleng Gede Suyasa, Kepala Dinas PUTR Perkim I Putu Adiptha Eka Putra, serta Camat Banjar Putu Widiawan. Ia menginstruksikan agar segera dibentuk posko penanganan bencana guna mempercepat koordinasi di lapangan.
Menurutnya, berbagai unsur telah dilibatkan dalam proses penanganan dan pencarian korban, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas hingga Polair.
“Tim gabungan saat ini terus melakukan penyisiran di sepanjang bantaran sungai hingga menuju kawasan pantai Kalianget untuk mencari korban yang masih hilang,” ujarnya.
Selain upaya pencarian korban, pemerintah daerah juga fokus melakukan pembersihan material yang terbawa arus banjir, termasuk sampah dan lumpur yang menumpuk di pemukiman warga serta aliran sungai.
Untuk mempercepat proses pembersihan, Pemkab Buleleng menurunkan dua unit alat berat yang digunakan membersihkan bantaran sungai dan rumah-rumah warga yang terdampak.
Bupati Sutjidra juga meminta seluruh kecamatan yang terdampak agar terus melakukan koordinasi melalui masing-masing camat sebagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.
Ia menjelaskan bahwa hujan lebat yang terjadi di wilayah hulu sejak Jumat sore menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga akhirnya memicu banjir bandang yang mengarah ke wilayah Desa Banjar.
Sementara itu, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Buleleng Kadek Donny Indrawan mengungkapkan bahwa pihaknya menerima beberapa laporan kejadian pada Jumat malam di wilayah Kecamatan Banjar.
Laporan tersebut antara lain terkait warga yang hanyut bersama kendaraannya di Banjar Santal, serta laporan keluarga yang terjebak banjir di Banjar Sekar dan Dusun Ambengan.
Setelah dilakukan penelusuran, satu korban hanyut di Banjar Santal ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh warga setempat. Sementara tiga warga dari Dusun Ambengan dilaporkan masih belum ditemukan.
Donny menjelaskan bahwa proses pencarian sempat terkendala kondisi malam hari serta derasnya arus banjir. Oleh karena itu, penyisiran dilakukan secara terbatas pada area yang dinilai aman.
Pada Sabtu pagi, Basarnas bersama tim gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian dengan menyusuri aliran sungai hingga ke muara.
“Kami melakukan pembersihan sampah di beberapa titik yang dicurigai dan menyisir sepanjang aliran sungai sampai ke muara,” jelasnya.
Untuk membantu warga yang terdampak bencana, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Sosial juga telah menyalurkan bantuan darurat berupa tenda, selimut, alas tidur, serta kebutuhan pokok bagi masyarakat yang membutuhkan.(adv/ub)





