UPDATEBALI.com, DENPASAR – Rangkaian Rare Angon Festival 2026 ditutup dengan malam apresiasi melalui gala dinner yang berlangsung di Denpasar, Senin 27 Juli 2026.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyerahkan Piala Bergilir Rare Angon Festival sebagai simbol berakhirnya penyelenggaraan festival yang mempertemukan komunitas layang-layang dari dalam maupun luar negeri.
Acara penutupan berlangsung dalam suasana akrab dan dihadiri peserta, panitia, komunitas layang-layang, serta para pendukung festival. Selain menjadi momen penghargaan bagi seluruh pihak yang terlibat, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat hubungan antarpeserta dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan Rare Angon Festival telah berkembang menjadi lebih dari sekadar perlombaan layang-layang. Menurutnya, festival tersebut berperan dalam menjaga tradisi Bali sekaligus memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat internasional.
“Rare Angon Festival merupakan warisan budaya yang harus terus kita jaga bersama. Kehadiran peserta dari berbagai negara menunjukkan bahwa budaya Bali memiliki daya tarik yang kuat di mata dunia. Semoga festival ini terus berkembang menjadi agenda internasional yang memberikan manfaat bagi masyarakat, budaya, dan pariwisata Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.
Penyelenggaraan tahun ini turut diikuti peserta mancanegara melalui kerja sama dengan sejumlah negara. Kehadiran mereka dinilai semakin memperkuat posisi Rare Angon Festival sebagai salah satu agenda budaya yang memiliki daya tarik internasional.
Salah seorang peserta asal Amerika Serikat, Mr. Ron Spaulding, mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat dan Pemerintah Kota Denpasar selama mengikuti festival.
“Wonderful festival. Terima kasih atas sambutannya. Saya sangat bahagia melihat begitu banyak layang-layang menghiasi langit Bali. Ini adalah budaya dan pengalaman yang sangat luar biasa. Terima kasih juga kepada Pemerintah Kota Denpasar atas dukungannya terhadap penyelenggaraan festival ini,” ungkap Mr. Ron.
Sementara itu, panitia Rare Angon Festival, Kadek Armika, menilai partisipasi komunitas internasional menjadi dorongan bagi penyelenggara untuk terus meningkatkan kualitas festival pada tahun-tahun mendatang.
Ia mengatakan Rare Angon Festival telah berkembang menjadi ruang pertemuan berbagai budaya melalui tradisi layang-layang yang telah lama hidup di Bali. Dukungan Pemerintah Kota Denpasar bersama seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting dalam memperluas pengenalan festival hingga tingkat internasional.
Penyerahan Piala Bergilir Rare Angon Festival menjadi penutup seluruh rangkaian kegiatan sekaligus simbol semangat sportivitas, pelestarian budaya, dan kebersamaan yang diusung festival. Pemerintah Kota Denpasar juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Rare Angon Festival sebagai media pelestarian budaya, penguatan karakter generasi muda, serta mempererat persahabatan antarbangsa melalui seni dan tradisi.
“Rare Angon Festival diharapkan terus menjadi agenda budaya unggulan Kota Denpasar yang mampu memperkenalkan kekayaan tradisi Bali kepada dunia serta memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya,” katanya.(per/ub)





