spot_img
spot_img
BerandaBaliPutri Koster Ajak Mahasiswa UNUD Jadi Pelopor Revolusi Pilah Sampah di Bali

Putri Koster Ajak Mahasiswa UNUD Jadi Pelopor Revolusi Pilah Sampah di Bali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS PADAS) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mendorong mahasiswa Universitas Udayana (UNUD) untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubahan dalam upaya pengurangan sampah langsung dari sumbernya.

Pesan ini disampaikannya saat menjadi narasumber utama dalam webinar bertajuk “Percepatan Penanganan Sampah Plastik Sekali Pakai” yang digelar secara daring oleh LPPM UNUD, Selasa 8 Juli 2025, dari Jayasabha, Denpasar.

Putri Koster menyoroti kondisi kritis TPA Suwung yang telah menampung limbah rumah tangga dari empat kabupaten/kota selama lebih dari empat dekade. Dengan volume yang terus meningkat tanpa pengelolaan terpadu, TPA kini dianggap sebagai ancaman serius terhadap kelestarian lingkungan dan citra Bali sebagai tujuan wisata dunia.

Baca Juga:  TP Posyandu Bali Mantapkan Arah Program 2026 hingga Tingkat Desa

“Kita harus beralih dari pola buang-angkut yang sudah usang. Semua dimulai dari diri sendiri, rumah, dan komunitas. Mahasiswa harus jadi agen edukasi yang membawa semangat perubahan itu ke masyarakat,” tegasnya.

Dalam konteks ini, Putri Koster menitipkan tanggung jawab kepada 2.383 mahasiswa yang akan menjalani KKN di 214 desa di seluruh Bali, agar tak hanya belajar di desa, tetapi juga mengajak warga mulai memilah sampah dari rumah masing-masing.

Menurutnya, sebagian besar limbah rumah tangga berasal dari bahan organik seperti sisa dapur dan daun, namun sayangnya selama ini tidak dipisahkan, sehingga seluruhnya dikirim ke TPA.

Baca Juga:  Ajang "Denfest ke-14" 10-23 Desember Telan Anggaran Rp3,5 miliar

“Kalau kita kelola dari rumah dengan membuat lubang komposter, kita bisa mengurangi 65% timbunan sampah. Sisa non-organik bisa dijual atau didaur ulang lewat TPS3R dan bank sampah,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa mulai Agustus 2025, TPA Suwung tidak akan menerima limbah organik lagi, dan dijadwalkan ditutup sepenuhnya pada akhir tahun. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat, tanpa kecuali, untuk mengubah paradigma: sampah bukan untuk dibuang, tapi dikelola.

Baca Juga:  Penutupan Suwung Diambang Pintu, DPRD Bali Minta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Diperkuat

“Kalau kita abai, maka yang kita wariskan bukan budaya, tapi pencemaran dan penyakit,” tandas Putri Koster.

Sementara itu, Prof. Yenni Ciawi dari Universitas Udayana menambahkan bahwa prinsip sederhana dalam memilah sampah harus dibudayakan: memilah sebelum membuang, membuang sesuai jenis, dan tidak mencampur sampah agar bisa dimanfaatkan secara maksimal.

“Jika tercampur, maka menjadi residu yang sulit diolah. Disiplin memilah adalah investasi lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Bali untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang adil, berkelanjutan, dan berbasis kesadaran komunitas, sekaligus mencetak generasi muda yang peka terhadap lingkungan.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments