UPDATEBALI.com, DENPASAR – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengikuti prosesi Mendem Pedagingan serangkaian Karya Melaspas lan Mecaru di Pemerajan Gede Bendesa Manik Mas, Banjar Adat Tengah, Desa Adat Renon, bertepatan dengan Rahina Wraspati Kliwon Menail, Kamis, 12 Februari 2026 pagi.
Kehadiran Wakil Wali Kota dalam prosesi sakral tersebut menjadi wujud dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelaksanaan upacara yadnya yang digelar masyarakat adat setempat.
Prosesi berlangsung khidmat dengan melibatkan pengempon pura serta krama Banjar Adat Tengah.
Dalam kesempatan itu, Arya Wibawa menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan Karya Melaspas lan Mecaru yang dilaksanakan dengan penuh kebersamaan dan ketulusan.
“Kebersamaan dan rasa tulus ikhlas seluruh Pengempon Pura serta masyarakat sekitar, semoga dapat memberikan berkah bagi yang melaksanakannya, sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi yang terjalin antara masyarakat adat dan pemerintah menjadi kekuatan penting dalam menyukseskan setiap pelaksanaan karya keagamaan.
“Sinergi erat Pemerintah Kota Denpasar dengan masyarakat dalam mewujudkan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau rasa bergotong-royong mencapai tujuan yang bersama membingkai Kota Denpasar maju berlandaskan budaya,” ujar Arya Wibawa.
Sementara itu, Ketua Panitia Karya, Wayan Sukertha, menjelaskan bahwa pelaksanaan Karya Melaspas lan Mecaru ini digelar setelah rampungnya pembenahan sekitar sembilan titik pelinggih di areal pura yang telah dimulai sejak beberapa bulan lalu.
“Terimakasih kepada Pemkot Denpasar khususnya Bapak Wakil Wali Kota Denpasar yang telah hadir dan mengikuti prosesi Mendem Pedagingan Pelinggih Pemerajan Gede Bendesa Manik Mas, Banjar Adat Tengah, Desa Adat Renon yang dilaksanakan oleh masyarakat kami ini. Semoga dengan lancarnya pelaksanaan Karya Yadnya ini dapat memberikan kebaikan bagi kita semua,” ungkapnya.
Pelaksanaan karya ini diharapkan semakin mempererat kebersamaan krama serta memperkuat nilai-nilai budaya dan spiritual sebagai pondasi pembangunan Kota Denpasar yang berlandaskan kearifan lokal.(per/ub)





