spot_img
spot_img
BerandaHukum & KriminalPolisi Selidiki Kasus Pencurian Pratima yang Mulai Marak di Jembrana

Polisi Selidiki Kasus Pencurian Pratima yang Mulai Marak di Jembrana

 

UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Kepolisian Resort (Polres) Jembrana melakukan penyelidikan kasus pencurian pratima yang mulai marak terjadi di sejumlah pura di Jembrana, Senin (21/11/2022). Untuk antisipasi kejadian tersebut, pihak kepolisian berkoordinasi dengan para pecalang melakukan patroli rutin di sejumlah pura yang berpotensi rawan pencurian.

"Kasus pencurian pratima ditangani oleh Jajaran Polsek setempat, namun kami dari Polres tetap membackup kasus tersebut. Kami juga akan menghimbau untuk seluruh pecalang agar ikut memantau situasi pura yang ada, pada saat siang dan malam hari," kata Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana, saat dikonfirmasi Senin (21/11/2022). 

AKBP Juliana mengatakan, kasus pencurian pratima yang terjadi di wilayah hukum Polres Jembrana, belum bisa dipastikan apakah itu dilakukan oleh satu komplotan atau lebih di seluruh tempat kejadian perkara (TKP). Saat ini pihaknya masih dalam proses penyelidikan.

"Kita tunggu hasil lidik yang dilakukan," ujarnya.

Sehingga, kata dia, untuk antisipasi terjadi hal serupa, pihaknya meminta untuk kembali mengaktifkan aktifitas makemit atau menginap di pura seperti yang biasa dilakukan saat ada kegiatan upacara piodalan.

"Makemit harus diaktifkan kembali oleh desa adat, tidak hanya pada saat piodalan (upacara) saja," pintanya.

Selain itu, karena keterbatasan fasilitas  pemasangan CCTV di seluruh areal pura yang ada di Jembrana, terutama pura pura besar yang berpotensi rawan pencurian, belum maksimal alias belum semua ada CCTV. Ini menjadi salah satu atensi bersama untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan semua pihak.

"Karena pemasangan CCTV juga saat ini belum bisa dilakukan di seluruh pura, ini menjadi tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.

Dari informasi yang didapat UpdateBali, kasus pencurian pratima terjadi di dua pura yakni di Pura Dalem Desa Perancak, Kecamatan Mendoyo dan di Pura Puseh Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana. Bahkan aksi pencurian di Pura Dalem Desa Perancak saat ini sudah yang ke dua kalinya dalam setahun.

Dari aksi pencurian tersebut menyasar beberapa Pratima yang memiliki nilai jual tinggi yang disimpan di gedong setiap Pura yang ada. Bahkan kerugian yang diperkirakan akibat pencurian tersebut hingga puluhan juta rupiah. Selain itu, akibat adanya aksi pencurian, pihak Desa Adat harus melakukan upacara agama yang menghabiskan biaya yang tidak sedikit. 

Sementara itu, Kepala Desa Perancak, I Nyoman Wijana mengaku, adanya aksi pencurian di Pura Dalem Desa Perancak saat ini sudah yang ke dua kali dalam setahun. Sebelumnya sempat juga terjadi aksi percobaan pencurian sebanyak dua kali dan terkahir terjadi pada 5 November 2022 lalu, yang diketahui pemangku saat melakukan sembahyang rutin pintu gedong terbuka, seluruh pratima sudah hilang. Sehingga total 4 kali sudah terjadi pengerusakan.

Dari kejadian tersebut diperkirakan kerugian hingga 30 juta lebih. Sedangkan barang yang hilang itu berupa satu buah pratima, lima buah bunga sekar emas, satu sangku, sembilan biji senjata nawa sanga dan sebuah pase terbuat dari kuningan.

"Kamera CCTV sudah diputus sehingga tidak ada bukti, kami sudah melakukan pelaporan ke Polsek Kota Jembrana," ungkapnya.

Sedangkan kerugian untuk kasus pencurian pratima yang terjadi di Pura Desa Pengaragoan, Kecamatan Pekutatan ditafsir sekitar 100 juta lebih. Pelaku berhasil membawa kabur barang berharga yang diantaranya, pis bolong atau uang kepeng puluhan renteng dan pratima empat buah.(nal/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments