UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana resmi menyerahkan hibah aset berupa lahan dan bangunan SDN 3 Penyaringan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia guna mempercepat pengembangan sekolah Hindu (Widyalaya) di Kabupaten Jembrana.
Langkah ini dinilai sebagai strategi konkret memperluas akses pendidikan keagamaan sekaligus memperkuat karakter generasi muda Hindu berbasis nilai religius dan budaya.
Penyerahan hibah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan sarana pendidikan Hindu yang representatif dan berkelanjutan.
Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, menegaskan bahwa dukungan aset daerah untuk pendidikan keagamaan merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Kami ingin memastikan anak-anak Hindu mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai, sehingga mampu tumbuh dengan karakter kuat, berbudaya, dan berdaya saing,” ungkapnya saat menyerahkan dokumen hibah lahan dan bangunan kepada Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, di Denpasar, Jumat, 13 Februari 2026.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi kunci dalam pemerataan layanan pendidikan yang inklusif.
“Hibah lahan ini juga diharapkan mampu mendorong pemerataan akses pendidikan keagamaan Hindu, khususnya bagi masyarakat yang selama ini belum terlayani secara optimal,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bentuk nyata keberpihakan daerah terhadap penguatan pendidikan berbasis keagamaan.
“Dengan adanya dukungan lahan dari pemkab, proses pembangunan sekolah Hindu di bawah naungan Kementerian Agama diyakini dapat segera direalisasikan dan memberi dampak langsung bagi masyarakat,” tutupnya.
Turut menyaksikan penyerahan hibah tersebut, Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali I Gusti Made Sunartha, serta jajaran OPD terkait di lingkungan Pemkab Jembrana.(yud/ub)





