UPDATEBALI.com, KALIMANTAN BARAT — Aktivitas membatik di Singkawang terus diperkuat sebagai sumber penghidupan masyarakat melalui program Desa Sejahtera Astra.
Melalui pendekatan berbasis komunitas dan pengembangan sistem produksi berkelanjutan, Astra mendorong agar potensi lokal batik tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh mandiri dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi warga.
Di Singkawang, keterampilan membatik telah lama menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, agar dampaknya semakin terasa, diperlukan penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta sistem produksi yang lebih terstruktur. Sejak 2021, Astra melalui program Desa Sejahtera Astra hadir mendampingi masyarakat setempat untuk memperkuat fondasi tersebut.
“Pendampingan yang dilakukan oleh Astra melalui Desa Sejahtera Astra bertujuan untuk membangun kapasitas masyarakat serta membangun sistem kerja dan produksi yang dikelola secara bersama, sehingga aktivitas ekonomi desa dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Inisiatif di Desa Sejahtera Astra Singkawang diharapkan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa,” ujar Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro.
Penguatan batik di Singkawang juga tidak lepas dari peran penggerak desa, Priska Yeniriatno. Berbekal pengalaman membangun aktivitas membatik secara mandiri, Priska mendorong agar keterampilan tersebut dapat ditransfer dan dikelola secara kolektif, sehingga tidak berhenti pada individu, melainkan berkembang menjadi kekuatan bersama masyarakat.
Dampak pendampingan tersebut mulai terlihat. Hingga kini, kegiatan membatik di Desa Sejahtera Astra Singkawang berkontribusi pada peningkatan aktivitas produksi masyarakat hingga 50 persen serta membuka peluang penghidupan yang lebih berkelanjutan bagi warga.
“Bagi saya, dampak yang paling terasa adalah konsistensi warga untuk tetap produktif dalam membatik. Kini, sebagian dari mereka bahkan telah membuka workshop sendiri serta menerima berbagai kegiatan dari luar untuk berbagi pengetahuan tentang batik yang mereka kembangkan. Menurut saya, inilah dampak yang paling luar biasa,” ujar Penggerak Desa Sejahtera Astra Priska Yeniriatno.
Secara keseluruhan, program ini telah melibatkan lebih dari 240 pelaku batik yang tergabung dalam 18 kelompok produksi aktif. Selain itu, pendampingan juga mendorong tumbuhnya workshop mandiri serta kegiatan edukasi membatik di lingkungan sekitar Singkawang.
Kisah lengkap perjalanan Priska Yeniriatno dalam menggerakkan perubahan di Desa Sejahtera Astra Singkawang dapat disaksikan melalui kanal YouTube SATU Indonesia. Program Desa Sejahtera Astra sendiri menjadi bagian dari komitmen Astra dalam mendukung penguatan masyarakat berbasis potensi lokal, sejalan dengan cita-cita Sejahtera Bersama Bangsa serta kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.(den/ub)





