Pemkab Klungkung Perkuat Sradha Bhakti melalui Bhakti Penganyar di Pura Pasar Agung Besakih

0
53
Bupati Klungkung I Made Satria bersama jajaran Pemkab Klungkung ngaturang Bhakti Penganyar di Pura Pasar Agung Besakih sebagai bentuk sradha bhakti sekaligus menjaga kelestarian adat dan tradisi keagamaan Bali.
Bupati Klungkung I Made Satria bersama jajaran Pemkab Klungkung ngaturang Bhakti Penganyar di Pura Pasar Agung Besakih sebagai bentuk sradha bhakti sekaligus menjaga kelestarian adat dan tradisi keagamaan Bali. Sumber foto : Humas Klungkung/updatebali

UPDATEBALI.com, KARANGASEM – Sebagai wujud sradha bhakti dan rasa syukur, jajaran Pemerintah Kabupaten Klungkung melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar dalam rangkaian Pujawali Purnama Kelima Tahun 2026 di Pura Kahyangan Jagat Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Selasa, 3 November 2026.

Bupati Klungkung, I Made Satria, hadir bersama Ny. Eva Satria untuk mengikuti seluruh prosesi sakral tersebut. Kehadiran Bupati turut didampingi para Asisten Sekda, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Klungkung, Majelis Desa Adat Klungkung, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung, serta instansi terkait lainnya.

Baca Juga:  Klungkung Ukir Prestasi Nasional di Bidang Kesehatan, Terbaik Surveilans AFV dan Campak Rubella

Bhakti Penganyar ini merupakan bagian dari rangkaian upacara keagamaan yang dilaksanakan setelah puncak Pujawali. Melalui persembahyangan tersebut, Pemkab Klungkung memohon anugerah keselamatan, kesejahteraan, dan keharmonisan jagat.

Upacara berlangsung khidmat dan dipuput oleh Ida Pedanda Istri Rai Suabawa dari Geriya Gede Timbul Selat, Karangasem. Di sela-sela rangkaian kegiatan, Bupati I Made Satria juga menyerahkan dana punia sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian tradisi dan kelancaran pelaksanaan karya yadnya.

Baca Juga:  Hari Anak Nasional 2026, Buleleng Perkuat Upaya Cegah Perundungan Melalui Tim BESTIE

Melalui pelaksanaan karya yadnya ini, Pemkab Klungkung berharap nilai-nilai spiritual dan sosial di tengah masyarakat semakin kuat. Momentum keagamaan ini juga menjadi pengingat untuk senantiasa menjaga keharmonisan hidup melalui pengamalan ajaran Tri Hita Karana.(yud/updatebali)