Klungkung Ukir Prestasi Nasional di Bidang Kesehatan, Terbaik Surveilans AFV dan Campak Rubella

0
138
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, drg. I Gusti Ayu Ratna Dwijawati, menerima penghargaan nasional atas kinerja terbaik surveilans AFV dan discarded campak rubella tahun 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, drg. I Gusti Ayu Ratna Dwijawati, menerima penghargaan nasional atas kinerja terbaik surveilans AFV dan discarded campak rubella tahun 2025. Sumber foto : Humas Klungkung

UPDATEBALI.com, DEPOK – Pemerintah Kabupaten Klungkung kembali mencatatkan capaian di tingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kabupaten/Kota Peringkat Terbaik Pertama Kinerja Surveilans AFV dan Discarded Campak Rubella Tahun 2025.

Penghargaan tersebut diterima Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, drg. I Gusti Ayu Ratna Dwijawati, M.Kes., dari Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan pada puncak peringatan Pekan Imunisasi Dunia yang digelar di Universitas Indonesia, Depok, Sabtu, 2 Mei 2026.

Baca Juga:  Sambut Hari Bhakti Adhyaksa ke-62, Kejari Buleleng dan IAD Gelar Donor Darah

Bupati Klungkung, I Made Satria, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Kesehatan serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam pencapaian tersebut.

Ia menilai keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

“Terima kasih kepada dinas kesehatan dan OPD terkait yang telah membawa nama Klungkung menjadi yang terbaik di tingkat nasional. Mari kita jaga dan tingkatkan lagi prestasi ini, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Klungkung,” ujarnya.

Baca Juga:  Kembangkan Usaha UMKM, Diskominfos Denpasar Gelar Program Digital Entrepreneurship Academy

Penghargaan ini menjadi indikator kuatnya sistem surveilans kesehatan di Klungkung, khususnya dalam upaya deteksi dini serta pengendalian penyakit seperti Acute Flaccid Paralysis (AFP) dan campak rubella.

Ke depan, capaian tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang berkelanjutan, terutama dalam aspek pencegahan dan pengendalian penyakit berbasis data yang akurat.(yud/ub)