spot_img
spot_img
BerandaBaliPemkab Buleleng Percepat Penanganan Genangan di Pancasari, Sodetan Air ke Danau Jadi...

Pemkab Buleleng Percepat Penanganan Genangan di Pancasari, Sodetan Air ke Danau Jadi Solusi

UPDATEBALI.com, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng memastikan langkah penanganan genangan air di ruas Jalan Nasional wilayah Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, terus berjalan.

Untuk memastikan progres di lapangan, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, bersama jajaran organisasi perangkat daerah terkait melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat pagi 16 Januari 2026.

Penanganan genangan air di kawasan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat Desa Pancasari merupakan salah satu wilayah penyangga sektor pariwisata. Dari hasil pemantauan, genangan terjadi akibat saluran air yang berfungsi sebagai titik pertemuan tiga aliran besar, yakni dari Pancasari Barat, Pancasari Selatan, serta aliran dari wilayah Desa Kembang Merta, Kabupaten Tabanan.

Baca Juga:  Inflasi September 2025 Terkendali, Tiga Kabupaten di Bali Alami Deflasi

Wakil Bupati Gede Supriatna menegaskan bahwa kondisi genangan bukan dibiarkan tanpa penanganan. Pemerintah daerah saat ini tengah mengerjakan proyek sodetan air ke arah danau sebagai solusi utama untuk mempercepat surutnya air.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa ini bukan karena tidak ditangani. Sekarang sudah kami kerjakan sodetan air. Ukurannya dua kali dua meter dan dikerjakan dari hilir. Ini solusi yang sudah dikerjakan. Kami harapkan genangan air dalam hitungan jam bisa surut,” tegasnya.

Ia menambahkan, selain solusi jangka pendek melalui sodetan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan langkah jangka menengah hingga panjang. Salah satunya adalah rencana pelebaran saluran air yang mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat.

Baca Juga:  Sinergi Pemkab Buleleng dan Bawaslu Tertibkan APK Berukuran Besar

Menurut Wabup Supriatna, partisipasi warga Desa Pancasari menjadi kekuatan tersendiri dalam penanganan persoalan banjir.

“Masyarakat Pancasari luar biasa. Banyak yang rela memberikan sebagian lahannya tanpa kompensasi demi pelebaran saluran. Ini bentuk gotong royong yang patut diapresiasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng, Adiptha Ekaputra, menjelaskan bahwa upaya pengendalian genangan air dilakukan secara kolaboratif dengan Balai Jalan Nasional serta Balai Wilayah Sungai (BWS). Sinergi lintas instansi tersebut ditujukan agar genangan air tidak berlangsung lama dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas.

Baca Juga:  Yayasan Pendidikan Rekayasa Gandeng BPJS Kesehatan

“Target kami jelas, genangan tidak boleh lama. Harus surut dalam hitungan jam, jangan sampai berhari-hari,” tegasnya.

Adiptha menambahkan, desain teknis sodetan air ke arah danau telah disiapkan sebagai solusi permanen. Saat ini pengerjaan tahap pertama tengah berlangsung, sementara tahap lanjutan direncanakan pada tahun 2026.

“Desain teknis sudah ada. Tahap pertama sedang dikerjakan. Tahap kedua kami siapkan dengan anggaran sekitar Rp1,5 miliar dari APBD Buleleng dan ditargetkan tuntas tahun 2026,” jelasnya.(adv/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments