Pemkab Bangli Bergerak untuk Bali Hijau, Sinergikan Teknologi dan Kearifan Lokal Atasi Sampah

0
265
Pemkab Bangli menggalakkan pengelolaan sampah berbasis sumber dengan memadukan teknologi, kearifan lokal, dan partisipasi masyarakat untuk mendukung Bali yang bersih dan lestari.
Pemkab Bangli menggalakkan pengelolaan sampah berbasis sumber dengan memadukan teknologi, kearifan lokal, dan partisipasi masyarakat untuk mendukung Bali yang bersih dan lestari. Sumber foto : Humas Bangli

UPDATEBALI.com, BANGLIPemerintah Kabupaten Bangli menegaskan komitmennya dalam menuntaskan persoalan sampah melalui sinergi lintas sektor, pemanfaatan teknologi informasi, serta penguatan nilai kearifan lokal Palemahan.

Hal itu disampaikan dalam sosialisasi dan diseminasi program prioritas pemerintah di Gedung Bukti Mukti Bakti, Kantor Bupati Bangli, Kamis, 19 Februari 2026.

Kegiatan yang diprakarsai Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali tersebut menyasar berbagai elemen masyarakat, termasuk pelajar sebagai generasi penerus sekaligus agen perubahan dalam penyebarluasan edukasi lingkungan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Bangli, I Nyoman Murditha, S.Kom., M.Eng., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran komunikasi dan teknologi informasi dalam mendukung keberhasilan program lingkungan.

Baca Juga:  Inspirasi untuk Masa Depan, 20 Finalis 15th SATU Indonesia Awards 2024 Siap Mengubah Dunia

Pemerintah, kata dia, mendorong penguatan diseminasi melalui kanal digital dan media sosial agar edukasi berjalan berkelanjutan serta meningkatkan partisipasi masyarakat, termasuk dalam pelaporan berbasis digital.

“Sesuai dengan amanat Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019, masyarakat diwajibkan melakukan pengelolaan sampah berbasis sumber dengan memilah sampah langsung dari rumah tangga (organik, non-organik, dan residu). Mengelola sampah bukan hanya soal menjalankan peraturan, tetapi merupakan implementasi modern dari nilai Palemahan, bentuk nyata rasa syukur kita kepada alam,” tegasnya.

Baca Juga:  PQN 2024, BI Bali Gelar Casual Talk Perlindungan Konsumen, PeKA Bertransaksi, Aman Terlindungi

Sebagai langkah konkret, Pemkab Bangli mendorong optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah berbasis Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di tingkat desa. Selain itu, dilakukan upaya pencegahan agar sampah tidak mencemari badan air yang menjadi hulu sumber air di Bali.

Pemerintah daerah juga mengajak Desa Adat untuk memperkuat peran melalui Awig-awig (aturan adat) dalam mendisiplinkan warga memilah sampah sejak dari rumah tangga. Sinergi antara regulasi formal dan kearifan lokal dinilai menjadi kunci keberhasilan gerakan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Bangli turut mengapresiasi sekolah yang telah aktif menjalankan program “Sekolah Hijau”, seperti SMP Negeri 1 Bangli dan SMP Negeri 3 Bangli, yang konsisten melakukan pemilahan sampah dan edukasi lingkungan di lingkungan sekolah.

Baca Juga:  Jadi Kado Istimewa untuk HUT ke-819, Bangli Raih Opini WTP dari BPK RI Perwakilan Bali

Sekretaris Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Ni Putu Ayu Puryani, S.STP., M.A.P., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, bersama para siswa SMP Negeri 1 dan 3 Bangli serta undangan lainnya.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemilahan sampah dapat menjadi kebiasaan baru di masyarakat, mulai dari perangkat daerah hingga kalangan pelajar, sebagai upaya bersama menjaga kelestarian alam Bali untuk generasi mendatang.(yud/ub)