spot_img
spot_img
BerandaBaliPanen Bawang Merah di Subak Buaji, Pemkot Denpasar Dorong Ketahanan Pangan dan...

Panen Bawang Merah di Subak Buaji, Pemkot Denpasar Dorong Ketahanan Pangan dan Tekan Inflasi

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar kembali menorehkan keberhasilan dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi daerah.

Melalui Dinas Pertanian, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang terdiri dari berbagai OPD terkait seperti Bagian Ekonomi, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, Dinas Kominfos, hingga Perusda, melaksanakan panen bawang merah di Subak Buaji, Munduk Paksala, pada Kamis 7 Agustus 2025.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ir. AA Gde Bayu Brahmasta, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Bawang Merah tahun 2025 yang mencakup luas lahan total 4 hektare. Panen kali ini membuahkan hasil menggembirakan sebagai bentuk nyata dari strategi jangka menengah untuk menstabilkan pasokan komoditas penyumbang inflasi.

Baca Juga:  Pemerintah Kota Denpasar, Rencanakan Kenaikan Honor Tenaga Kontrak Melalui APBD Perubahan 2023

Hasil panen yang dihitung menggunakan metode ubinan (2,5m x 2,5m) menunjukkan produktivitas mencapai 282,93 kw/Ha. Di lahan seluas 3 are yang dipanen saat ini, petani mampu menghasilkan 678 kg bawang merah basah (tanpa daun). Dengan harga pasar saat ini, pendapatan kotor yang diperoleh petani dapat mencapai sekitar Rp 23,75 juta dalam satu siklus tanam selama 2 bulan.

“Untuk kawasan Subak Buaji sendiri, luas pengembangan bawang merah mencapai 1,5 Ha. Sisanya tersebar di Subak lainnya, yakni Subak Sidakarya (1 Ha), Subak Anggabaya (0,25 Ha), Subak Umalayu (0,5 Ha), dan Subak Pakel I (0,25 Ha),” jelas Bayu.

Baca Juga:  Antisipasi Krisis Sampah, Pemkot Denpasar Genjot Pembangunan Teba Modern dan TPS3R

Ia menambahkan bahwa pengembangan budidaya bawang merah menjadi langkah strategis Pemkot Denpasar, mengingat komoditas ini termasuk pemicu utama inflasi. Dengan mendukung petani melalui bantuan sarana produksi dan pendampingan teknis sejak awal tanam, hasil panen yang optimal diharapkan menjadi contoh dan dorongan untuk memperluas budidaya di masa mendatang.

“Pemerintah hadir untuk mendampingi petani dari hulu ke hilir. Melalui kerja sama erat seperti ini, kami yakin ketersediaan bawang merah akan tetap terjaga dan inflasi bisa ditekan. Panen hari ini adalah bukti bahwa kolaborasi berjalan efektif,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Gelar Trauma Healing Bagi Siswa Terdampak Banjir di SD 12 Dauh Puri

Selama tiga tahun terakhir (2022–2024), Dinas Pertanian Denpasar telah mencatat produksi bawang merah sebanyak 197 ton dari lahan pengembangan seluas 13 hektare. Panen tahun ini diharapkan akan menambah jumlah tersebut secara signifikan.

Saat ini harga bawang merah tingkat petani berkisar antara Rp 30.000 – Rp 35.000/kg, yang dinilai cukup menguntungkan dan layak dijadikan insentif untuk memperluas area tanam pada tahun-tahun mendatang.(per/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments