spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungMusrenbang RKPD 2026 Kuta Selatan Dibuka, Pemkab Badung Prioritaskan Infrastruktur

Musrenbang RKPD 2026 Kuta Selatan Dibuka, Pemkab Badung Prioritaskan Infrastruktur

UPDATEBALI.com, BADUNGBupati Badung I Wayan Adi Arnawa membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kecamatan Kuta Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Camat Kuta Selatan, Senin 9 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi forum penyelarasan rencana pembangunan wilayah dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat arah pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Musrenbang tahun ini mengangkat tema “Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Wilayah yang Inklusif dan Berkelanjutan”. Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya forum perencanaan menghasilkan program nyata yang mampu menjawab persoalan di masyarakat, khususnya terkait kemacetan, ketersediaan air bersih, dan pengelolaan lingkungan.

“Tanpa infrastruktur jalan yang memadai, pariwisata Badung akan menghadapi tantangan serius. Pembangunan ini tidak hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga pendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD,” tegasnya.

Baca Juga:  HUT ke-23 Desa Kutuh, Bupati Adi Arnawa Komit Dukung Pengembangan Pariwisata

Untuk mempercepat peningkatan konektivitas, Pemerintah Kabupaten Badung mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,5 triliun bagi pembangunan infrastruktur. Salah satu proyek utama adalah pembangunan Underpass Simpang Udayana dengan estimasi biaya Rp 350 miliar yang saat ini memasuki tahap pembebasan lahan melalui koordinasi lintas instansi.

Selain itu, dalam APBD Perubahan 2026 disiapkan tambahan anggaran sebesar Rp 127 miliar guna mendukung pembebasan lahan jalan lingkar barat menuju Udayana. Upaya rekayasa lalu lintas dengan penerapan sistem satu arah juga direncanakan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di sejumlah titik rawan.

Baca Juga:  Jegeg-Bagus Gianyar Diharapkan Gaungkan Pariwisata Gianyar

Permasalahan ketersediaan air bersih juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemkab Badung menargetkan stabilisasi distribusi air di wilayah Kuta Selatan mulai Februari 2026 melalui penambahan pompa serta optimalisasi jaringan PDAM.

“Kami juga akan mendorong penggunaan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk kebutuhan industri dan pariwisata, sehingga air permukaan bisa diprioritaskan bagi kebutuhan masyarakat dengan tarif yang lebih terjangkau,” jelas Bupati.

Di sektor lingkungan, pemerintah mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber melalui pengembangan TPS3R dan Teba Modern. Program ini diproyeksikan mampu menekan volume sampah hingga 60 persen sekaligus menjadi langkah awal menuju sistem pengolahan Waste to Energy.

Sementara itu, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta menyampaikan bahwa Musrenbang kali ini menghimpun sebanyak 609 usulan pembangunan dari desa dan kelurahan. Sebagian besar usulan berkaitan dengan peningkatan infrastruktur jalan, penanganan sampah, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Baca Juga:  Bupati Tamba Saksikan Penandatangan "Development Agreement" Paramount Theme Park Bali

“Sebagai wilayah dengan pertumbuhan tinggi, Kuta Selatan membutuhkan dukungan infrastruktur yang kuat untuk menjawab tantangan urbanisasi dan pariwisata,” lapor Ketut Gede Arta.

Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Badung dapil Kuta Selatan, Kapolsek Kuta Selatan, pimpinan perangkat daerah terkait, lurah dan perbekel se-Kecamatan Kuta Selatan, bendesa adat, kepala lingkungan, serta tokoh masyarakat setempat.(den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments