Merayakan Warisan Bangsa, 150 Tahun SDN 1 Paket Agung dan Jejak Raden Soekemi

0
597
Perayaan 150 tahun SDN 1 Paket Agung menjadi momen penuh makna yang menyatukan nostalgia, penghormatan sejarah, dan semangat melestarikan warisan pendidikan bangsa.
Perayaan 150 tahun SDN 1 Paket Agung menjadi momen penuh makna yang menyatukan nostalgia, penghormatan sejarah, dan semangat melestarikan warisan pendidikan bangsa. Sumber foto : Kominfosanti Buleleng

UPDATEBALI.com, BULELENG – Perayaan 150 tahun atau Satoe Setengah Abad SD Negeri 1 Paket Agung berlangsung meriah dan penuh makna, Jumat, 1 Agustus 2025.

Ribuan alumni, siswa, guru, serta tokoh masyarakat hadir dan larut dalam suasana haru, bangga, sekaligus bahagia, mengenang perjalanan sekolah yang memiliki jejak erat dengan sejarah kelahiran Sang Proklamator, Ir. Soekarno.

Kegiatan dimulai dengan jalan santai bersejarah menyusuri kawasan Veteran hingga ke rumah Raden Soekemi, ayah Bung Karno, yang dahulu mengajar di sekolah ini.

Di tempat inilah, Raden Soekemi bertemu dengan Nyoman Rai Srimben—peristiwa cinta yang kelak melahirkan tokoh besar bangsa, Ir. Soekarno.

Baca Juga:  KPID Bali Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Anugerah Penyiaran 2024 di Buleleng

“Ini bukan sekadar sekolah. Di sinilah benih sejarah bangsa ditanam. Raden Soekemi pernah mengajar di sini, bertemu cinta sejatinya, dan melahirkan pemimpin besar Indonesia. Maka 150 tahun SD 1 Paket Agung adalah warisan sejarah yang wajib kita jaga,” tegas Sekda Buleleng Gede Suyasa, yang hadir mewakili Bupati Buleleng saat melepas jalan santai.

Ketua Panitia sekaligus alumni SDN 1 Paket Agung, Ketut Wiratmaja, menyampaikan rasa syukur atas perayaan bersejarah ini. Ia menyebut bahwa sekolah ini dahulu dikenal dengan nama Tweede Klasse School, kemudian menjadi Sekolah Rakyat, dan kini SDN 1 Paket Agung—sebuah warisan luhur yang telah banyak melahirkan tokoh-tokoh penting.

Baca Juga:  Mahfud MD Sebut KPU Bodoh Kalau Mau Diintervensi

“Sekolah ini melahirkan pemuda-pemuda hebat yang kini berada di posisi strategis, baik di Buleleng, Bali, maupun nasional. Kami alumni bertekad terus merawat sejarah dan semangat pengabdian ini,” ujarnya.

Perayaan satu setengah abad ini tak hanya menjadi ajang nostalgia. Sejumlah kegiatan turut digelar, mulai dari safari kesehatan, pameran tematik, fashion show kolaborasi siswa dan alumni, pentas seni, bantuan sosial, hingga pembagian doorprize.

Baca Juga:  Jalin Sinergi Pangan Nasional, Pemkab Tabanan dan Halmahera Timur Perkuat Rantai Pasok Nusantara

Sebuah pertunjukan drama berjudul Kisah Sang Proklamator yang mengangkat kisah cinta Raden Soekemi dan Nyoman Rai Srimben juga sukses menyita perhatian para undangan.

“Kemeriahan ini bukan hanya hiburan, tapi juga bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan pendidikan. Momentum ini menjadi titik baru. Lewat kerja sama dengan pemerintah daerah, alumni dan sekolah berkomitmen menjaga dan menghidupkan kembali warisan sejarah ini untuk terus menginspirasi generasi mendatang,” tutup Wiratmaja.(adv/ub)