Matangkan DBFW 2025 Sesi 2, Putri Koster Dorong Fesyen Bali Lebih Relevan dan Berdaya Saing

0
82
Putri Koster memimpin persiapan DBFW 2025 Sesi 2 dengan menegaskan pentingnya penguatan ekosistem fesyen dan pelestarian wastra Bali melalui kolaborasi desainer hingga perajin lokal.
Putri Koster memimpin persiapan DBFW 2025 Sesi 2 dengan menegaskan pentingnya penguatan ekosistem fesyen dan pelestarian wastra Bali melalui kolaborasi desainer hingga perajin lokal. Sumber foto : Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, memimpin rapat persiapan pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) 2025 Sesi 2 yang akan berlangsung pada 2–8 Desember 2025 di Ruang Rapat Dekranasda, Gedung Narigraha, Denpasar, Jumat, 21 November 2025.

Dalam rapat yang turut dihadiri oleh event organizer serta para desainer yang terlibat dalam DBFW Sesi 2, Putri Koster menekankan pentingnya penguatan ekosistem fesyen Bali, mulai dari desainer, penenun, perajin aksesori, hingga para model dan pelaku kreatif lainnya.

Meskipun dengan anggaran terbatas, DBFW 2025 direncanakan berjalan hingga 14 hari, menunjukkan bahwa sektor fesyen memiliki potensi besar dalam menggerakkan rantai ekonomi di Bali.

Ketua Dekranasda menegaskan bahwa mengangkat desainer berarti mengangkat seluruh pendukungnya, mulai dari penenun, tukang jahit, model, hingga koreografer dan komposer.

Baca Juga:  Dekranasda Denpasar Apresiasi Semangat Perempuan Perajin di Penutupan Pelatihan 'Si Putri'

“Inilah circle yang harus kita jaga melalui karya desainer. Dengan kegiatan ini, ekonomi di berbagai sektor bergerak,” ujarnya.

Dalam arahannya, Putri Koster juga menekankan bahwa desainer bukan hanya pemilik brand, tetapi harus menghasilkan busana yang benar-benar dipakai masyarakat dan beredar di pasaran.

Suasana fashion show di Bali pun diharapkan lebih segar dengan menampilkan busana yang berani dipakai dan relevan.

Pendamping orang nomor satu di Bali ini juga menyoroti pentingnya kompetensi dasar seorang desainer, termasuk kemampuan membuat pola dasar, pecah mode, merancang aksesori, hingga memahami karakter pemakai.

Putri Koster juga mengingatkan bahwa untuk kategori anak-anak, penampilan model harus disesuaikan dengan usia mereka, termasuk dari segi busana, sepatu, dan riasan.

Dalam pertemuan kali ini, Putri Koster juga kembali menekankan pentingnya menjaga keberadaan kain tenun Bali, mengingat hampir 80 persen kain tenun yang beredar di pasaran bukan hasil tenun penenun asli Bali, melainkan diproduksi di luar Bali.

Baca Juga:  Karya Ogoh-ogoh di Jembrana Mulai Dinilai

Kondisi ini dinilai tidak hanya berdampak pada perajin lokal, tetapi juga mengancam kelestarian wastra Bali.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Provinsi Bali sekaligus Ketua Harian Dekranasda Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, menyampaikan bahwa berbagai kekurangan pada sesi pertama telah dievaluasi dan akan diperbaiki pada sesi kedua.

Kadisperindag menegaskan bahwa tema besar “Wastra Hitakara” tetap menjadi pedoman untuk menjaga identitas wastra Bali sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan DBFW 2025.

Selama tujuh hari pelaksanaan sesi kedua, DBFW 2025 akan menampilkan desainer terpilih Dekranasda seperti Turah Mayun, Taksu Design, dan Body and Mind, disertai koleksi dari Ketua Dekranasda serta fashion show dari desainer umum.

Baca Juga:  Pecalang Bali Tegaskan Tolak Premanisme Berkedok Ormas di Gelar Agung Pacalang

Keterlibatan instansi vertikal, perguruan tinggi, TP PKK, TP Posyandu, Pakis, BUMN, BUMD, perangkat daerah, dan komunitas Pokli turut memberi warna pada penyelenggaraan acara.

Busana yang ditampilkan meliputi busana kasual, busana kerja, busana dewasa dan anak-anak, serta dilengkapi aksesori dari Puspa Mega, Darmawan Silver, Bara Silver, dan tas Geocraft. Kegiatan DBFW 2025 Sesi 2 juga akan dirangkai dengan Fashion Photography Competition.

Seluruh karya yang ditampilkan diwajibkan menggunakan bahan baku kain tenun tradisional Bali atau material yang mencerminkan kekhasan fesyen Bali.

Menutup rapat kali ini, Putri Koster mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan DBFW 2025 Sesi 2 sebagai ruang kolaborasi yang tidak hanya memajukan kreativitas, tetapi juga memperkuat keberlanjutan ekosistem fesyen Bali serta menjaga kelestarian wastra Bali.(yud/ub)