Pecalang Bali Tegaskan Tolak Premanisme Berkedok Ormas di Gelar Agung Pacalang

0
182
Sebanyak 13 ribu pecalang dari 1.500 desa adat di Bali secara tegas menolak premanisme berkedok ormas dan mendukung sistem keamanan berbasis desa adat dalam Gelar Agung Pecalang di Denpasar.
Sebanyak 13 ribu pecalang dari 1.500 desa adat di Bali secara tegas menolak premanisme berkedok ormas dan mendukung sistem keamanan berbasis desa adat dalam Gelar Agung Pecalang di Denpasar. Sumber foto : Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Sebanyak 13 ribu pecalang yang berasal dari 1.500 desa adat se-Bali secara tegas mendeklarasikan penolakan terhadap keberadaan preman yang berkedok organisasi masyarakat (ormas).

Deklarasi ini berlangsung dalam acara Gelar Agung Pacalang yang digelar di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Denpasar, Sabtu, 17 Mei 2025.

Ketua Majelis Desa Adat (MDA) sekaligus Bendesa Agung Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, menegaskan bahwa pecalang Bali merupakan garda terdepan dalam menjaga adat, budaya, tradisi, dan kearifan lokal Bali.

“Pecalang Bali sejak leluhur sudah menjaga Bali, nindihin gumi Bali. Pecalang Bali menolak segala bentuk kriminalisme, premanisme, dan sikap anarkis yang dilakukan preman berbaju ormas dan berkedok ormas,” tegas Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet.

Baca Juga:  Hadiri HUT ke-21 Baladika Bali, Bupati Tabanan Dorong Ormas Jadi Garda Pelestarian Adat

Dalam deklarasi tersebut, terdapat tiga poin penting yang disampaikan. Pertama, penolakan tegas terhadap kehadiran ormas yang berkedok menjaga keamanan dan ketertiban namun melakukan tindakan premanisme, kekerasan, serta intimidasi yang meresahkan masyarakat Bali. Kedua, dukungan penuh terhadap TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Bali. Ketiga, penegasan agar pihak berwenang menindak tegas ormas yang melakukan tindakan premanisme dan kriminalisasi yang menimbulkan keresahan masyarakat.

Baca Juga:  Pemprov Bali Tetapkan Harga Tarif Tertinggi Pemeriksaan RT-PCR Rp 275 Ribu

Selain itu, para pecalang juga mendeklarasikan dukungan terhadap sistem keamanan terpadu berbasis desa adat (Sipandu Beradat) serta bantuan keamanan desa adat (Bankamda) untuk menjaga dan mengamankan wewidangan desa adat sekaligus melestarikan nindihin gumi Bali.

Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait isu keberadaan ormas yang semakin berkembang dan kerap menimbulkan masalah.

Deklarasi ini merupakan respons atas maraknya fenomena premanisme yang berkedok ormas di Bali. Ia juga menegaskan bahwa selama bertahun-tahun, desa adat di Bali telah memiliki pecalang yang secara turun-temurun menjaga keamanan setiap kegiatan di desa adat. Pecalang bekerja sama dengan aparat kepolisian dan TNI, sehingga sudah sangat cukup untuk menjaga keamanan Bali.

Baca Juga:  Pemkab Tabanan Dukung Pelaksanaan Musyda Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Tabanan

Lebih jauh, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet mengungkapkan pihaknya sudah berupaya menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Bali terkait kesejahteraan pecalang, termasuk pemberian insentif.

Ia berharap kepemimpinan daerah saat ini memberikan perhatian lebih terhadap eksistensi pecalang sebagai garda terdepan dalam menjaga adat dan budaya Bali.(yud/ub)