UPDATEBALI.com, DENPASAR – Suasana hangat dan penuh perhatian terlihat dalam salah satu rangkaian kegiatan DTIK Fest 2026 ketika puluhan anak bersama orang tua mengikuti pemutaran film pendek edukatif hasil kolaborasi dengan Minikino.
Kegiatan ini menghadirkan pendekatan berbeda dalam menyampaikan pesan sosial, khususnya mengenai pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Denpasar I Gde Wirakusuma Wahyudi menjelaskan, deretan film pendek yang ditayangkan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang menyentuh. Melalui cerita sederhana dan visual yang komunikatif, penonton diajak memahami pentingnya empati, rasa saling menghormati, serta keberanian untuk berbicara ketika menghadapi tindakan kekerasan.
“Materi yang disampaikan dirancang agar mudah dipahami anak-anak tanpa kehilangan makna bagi orang dewasa. Anak diajak mengenali batasan diri dan memahami perilaku yang tidak pantas, sekaligus didorong untuk berani mencari bantuan kepada orang yang dipercaya. Di sisi lain, orang tua memperoleh pesan reflektif mengenai peran keluarga sebagai ruang aman utama bagi tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Kehadiran program pemutaran film ini menunjukkan bahwa media kreatif mampu menjadi sarana edukasi sosial yang efektif. Di tengah atmosfer festival yang identik dengan teknologi dan kreativitas digital, pesan kemanusiaan tetap menjadi fokus penting.
Melalui pendekatan sinema, DTIK Fest 2026 berupaya menanamkan nilai kepedulian sejak dini sekaligus membangun kesadaran kolektif bahwa upaya menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Penyelenggaraan kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen festival untuk tidak hanya mendorong inovasi teknologi, tetapi juga membentuk generasi muda yang memiliki kecerdasan digital, empati sosial, serta karakter yang kuat.(adv/ub)





