UPDATEBALI.com, BADUNG – Keberadaan penyandang disabilitas, khususnya tunanetra, kerap mendapat stigma negatif di masyarakat. Namun Yayasan Teratai berupaya menghapus pandangan itu melalui Kedai Kopi Bayang, usaha kopi yang dikelola barista tunanetra.
Kedai Kopi Bayang ikut meramaikan ajang Market Find Expo 2025 di Mal Bali Galeria, Badung, Jumat 5 September 2025. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan tidak menghalangi kreativitas dan produktivitas.
Berlokasi di Jalan Yeh Gangga I, Palem Residence No. A9, Desa Gubug, Tabanan, Kedai Kopi Bayang lahir pada tahun 2022. Kedai kopi bayang baru saja diluncurkan pada Agustus 2025.
“Kami ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa teman-teman tunanetra juga mampu meracik kopi dengan kualitas terbaik. Karena itu kami ikut berbagai festival dan pameran sebelum akhirnya membuka kedai di Tabanan,” ujar I Made Jerry Juliawan, Ketua Yayasan Teratai sekaligus pengelola Kedai Kopi Bayang.
Menu yang ditawarkan beragam, mulai dari manual brew seperti V60 dan Aeropress, hingga kopi dengan susu seperti Vietnam Drip, cappuccino, dan latte. Semua diracik secara teliti oleh barista tunanetra yang telah melalui pelatihan intensif.
Selain menjalankan usaha, Kedai Kopi Bayang juga membuka kelas pelatihan bagi penyandang tunanetra lainnya. Jerry menegaskan bahwa misi kedai ini tidak semata soal bisnis, melainkan juga pemberdayaan dan pembuktian diri.
“Banyak orang meragukan kemampuan penyandang tunanetra. Melalui kopi, kami ingin membuka wawasan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk tidak berkarya. Prinsip kami sederhana: jangan bilang tidak bisa sebelum mencoba,” tegasnya.
Selain dunia kopi, Yayasan Teratai juga membina penyandang tunanetra dalam berbagai bidang seni, mulai dari menulis, melukis, hingga teater. Semua dilakukan dengan satu tujuan: menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menghalangi kreativitas.(den/ub)





