Kanwil DJP Bali Gandeng 9 SMK untuk Tanamkan Kesadaran Pajak Sejak Dini

0
81
Kanwil DJP Bali Gandeng 9 SMK untuk Tanamkan Kesadaran Pajak Sejak Dini
Kanwil DJP Bali Gandeng 9 SMK untuk Tanamkan Kesadaran Pajak Sejak Dini. sumber foto : DJP Bali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bali menjalin kerja sama strategis dengan sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bali dalam rangka menumbuhkan kesadaran pajak di kalangan generasi muda pada 25 Agustus 2025.

Langkah ini diharapkan mampu menanamkan pemahaman tentang pentingnya pajak sejak dini kepada para pelajar, khususnya siswa SMK yang akan segera memasuki dunia kerja, berwirausaha, atau melanjutkan pendidikan.

Kerja sama tersebut diikuti oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta guru pengampu mata pelajaran umum seperti Pendidikan Pancasila, Agama, dan Bahasa Indonesia. Adapun sembilan sekolah yang menjadi mitra inklusi perpajakan adalah SMK Saraswati 1 Denpasar, SMKN 1 Gianyar, SMKN 1 Tabanan, SMKN 2 Denpasar, SMKN 2 Tabanan, SMKS Wira Bhakti Denpasar, SMK TI Bali Global Jimbaran, SMK Teknologi Denpasar, dan SMK Dwijendra Denpasar.

Baca Juga:  Lakukan Pengeroyokan dan Penusukan, Tiga Pria Diamankan Sat Reskrim Polresta Denpasar

Kepala Kanwil DJP Bali, Darmawan, menegaskan bahwa pajak merupakan sumber utama pendapatan negara yang berperan penting dalam mewujudkan amanat konstitusi.

“Pemahaman tentang pajak perlu dikenalkan sejak dini kepada masyarakat. Masa depan bangsa ada di tangan anak-anak kita, generasi penerus yang kelak akan memimpin dan menentukan arah pembangunan bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan, bila siswa sudah memiliki kesadaran bahwa pajak merupakan bentuk gotong royong dan kewajiban sebagai warga negara, maka ke depan mereka akan tumbuh menjadi generasi yang peduli dan bertanggung jawab. Menurutnya, kesadaran pajak sejak dini merupakan fondasi untuk menciptakan masa depan bangsa yang mandiri, adil, dan sejahtera.

Baca Juga:  Dugaan Kebocoran Data Wajib Pajak, DJP Lakukan Tindakan Cepat

Darmawan juga menekankan bahwa program inklusi kesadaran pajak tidak dimaksudkan menambah beban guru, melainkan menyisipkan nilai-nilai sederhana tentang pajak dalam pembelajaran sehari-hari.

“Dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila, misalnya, pajak bisa dikaitkan dengan peran warga negara membangun bangsa. Sementara dalam Bahasa Indonesia, pajak dapat dijadikan tema menulis, berdiskusi, atau berpidato tentang kepedulian sosial,” jelasnya.

Baca Juga:  Sektor Pariwisata Melonjak, Kanwil DJP Bali Raup Rp13,57 Triliun hingga Oktober 2024

Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Bali, Janita Sunarsasi, melaporkan bahwa program inklusi kesadaran pajak di tingkat menengah sudah mulai diterapkan sejak 2024. Tahun ini, cakupan diperluas dengan menggandeng SMK Teknologi Denpasar dan SMK Dwijendra Denpasar.

Sebagai simbol kerja sama, para kepala sekolah menandatangani berita acara dan menerima piagam penghargaan dari Kanwil DJP Bali sebagai mitra inklusi kesadaran pajak tingkat sekolah menengah.(yud/ub)