spot_img
spot_img
BerandaBaliJegog Jembrana Siap Mendunia, Gubernur Koster Dorong Jadi Agenda Pariwisata Tahunan

Jegog Jembrana Siap Mendunia, Gubernur Koster Dorong Jadi Agenda Pariwisata Tahunan

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Upaya pelestarian seni musik tradisional Jegog dari Jembrana mendapat dukungan penuh dari Gubernur Bali Wayan Koster dan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster.

Dukungan tersebut disampaikan dalam audiensi bersama pengurus Yayasan Jegog Pering Agung di Jayasabha, Denpasar, Senin 7 April 2025.

Ketua Yayasan Jegog Pering Agung, Putu Bobi Agus Darma, menyampaikan bahwa lembaganya yang kini menaungi lebih dari 100 anggota lintas usia, tengah fokus memperkuat regenerasi pelaku seni Jegog.

“Kami ingin Jegog tidak hanya bertahan, tapi berkembang melalui generasi muda. Karena itu, kami membentuk yayasan dari yang sebelumnya hanya berupa paguyuban,” ujarnya.

Baca Juga:  Gubernur Koster Sukses Lobi Pusat, Infrastruktur Strategis Bali Dapat Dukungan Triliunan Rupiah

Ia juga mengungkapkan keinginan besar agar Jegog dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan seni budaya yang diselenggarakan Pemprov Bali, termasuk menjadi bagian dari kalender tahunan pariwisata. Salah satunya melalui Pesta Kesenian Bali (PKB) atau event-event khusus lainnya yang memberikan ruang tampil secara rutin.

Merespons hal tersebut, Gubernur Koster menyatakan dukungannya terhadap upaya pelestarian Jegog. Ia menekankan pentingnya memberikan ruang hidup dan pembinaan bagi kesenian khas daerah seperti Jegog, serta mendorong agar penampilannya mendapat tempat khusus di ajang seperti PKB.

“Jegog dan seni tradisi lainnya harus terus dikembangkan dengan tetap menjaga nilai etika dan budaya. Kita perlu memperluas ruang tampilnya agar masyarakat makin mencintai seni lokal,” tegas Koster.

Baca Juga:  Dinkes Bali Pastikan Apotek dapat Kembali Menjual 133 Obat Sirop

Senada, Ny. Putri Suastini Koster menekankan bahwa Jegog sebagai seni musik khas Jembrana layak difasilitasi secara khusus.

“Baleganjur berkembang di seluruh Bali, tapi Jegog hanya ada di Jembrana. Ini yang membuatnya istimewa dan patut dijadikan festival tersendiri,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya regenerasi, agar ciri khas Jegog tidak luntur di tangan generasi muda. Selain menampilkan parade, menurutnya, festival juga harus menghidupkan kembali lagu-lagu klasik Jegog sekaligus memperkenalkan karya-karya baru yang tetap mempertahankan kekhasan suara bambunya.

Baca Juga:  Bupati Suwirta Serahkan Bantuan Sarana Sepakbola

Sebagai langkah nyata, Yayasan Jegog Pering Agung tengah merancang Festival Jegog Gubernur Cup yang direncanakan berlangsung pada September mendatang. Festival ini akan menampilkan kelompok Jegog dari kalangan muda, sebagai ajang pembuktian bahwa seni tradisi ini masih relevan dan hidup di tengah zaman modern.

Pertemuan juga dihadiri sejumlah pengurus TP PKK Provinsi Bali, dan menandai awal sinergi antara pemerintah, seniman, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya Bali. Dengan dukungan penuh ini, Jegog diharapkan tak hanya menjadi kebanggaan Jembrana, tetapi juga ikon seni budaya Bali di mata dunia.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments