UPDATEBALI.com, JAKARTA — Asosiasi industri event nasional, IVENDO, kembali menegaskan perannya dalam mendorong penyelenggaraan acara yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut sejalan dengan inisiatif nasional Clean The City yang digaungkan oleh Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, usai perayaan Tahun Baru 2026.
DPP IVENDO menilai momentum pasca pergantian tahun sebagai saat yang tepat bagi industri event untuk melakukan refleksi dan pembenahan, khususnya terkait pengelolaan sampah serta dampak aktivitas massal di ruang publik dan kawasan destinasi wisata. Penyelenggaraan event, menurut IVENDO, tidak hanya berorientasi pada kemeriahan, tetapi juga harus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Sebelumnya, Wamenpar Ni Luh Puspa mengajak masyarakat Indonesia mengawali tahun baru dengan aksi nyata melalui gerakan Clean The City. Program ini dilaksanakan serentak di 200 kota dan melibatkan sekitar 25.000 relawan dari berbagai daerah. Gerakan tersebut menegaskan pentingnya kesadaran bersama bahwa perayaan publik memiliki konsekuensi lingkungan yang harus dikelola secara bertanggung jawab.
“Pergantian tahun adalah momentum untuk memulai kebiasaan baik. Salah satunya dengan menjaga kebersihan lingkungan bersama dan merawat ruang publik pasca perayaan,” ujar Ni Luh Puspa dalam pernyataannya pada Senin, 5 Januari 2026.
Merespons ajakan tersebut, Sekretaris Jenderal DPP IVENDO, Evan Saepul Rohman, menyampaikan bahwa gerakan Clean The City menjadi penguatan penting bagi arah kebijakan IVENDO dalam membangun standar green event yang lebih sistematis dan mudah diterapkan oleh pelaku industri event.
“IVENDO menyambut baik dan mendukung penuh gerakan Clean The City sebagai mitra strategis pembelajaran bagi para pelaku event. Kolaborasi ini penting agar pengelolaan sampah dan limbah tidak hanya menjadi wacana, tetapi menjadi praktik standar dalam setiap penyelenggaraan event,” ujar Evan.
Ia menambahkan, komunitas Clean The City telah menjalankan aksi pembersihan sampah pasca malam tahun baru secara konsisten selama lebih dari 14 tahun dengan cakupan nasional dan pendekatan berbasis relawan. Pengalaman panjang tersebut dinilai relevan untuk menjadi rujukan industri event dalam mengelola dampak lingkungan, mulai dari tahap perencanaan hingga pasca acara.
Melalui kolaborasi ini, IVENDO mendorong para anggotanya yang terlibat dalam konser musik, pameran, festival, hingga event berskala besar lainnya untuk mengadopsi prinsip green event secara menyeluruh. Penerapan tersebut meliputi pemilahan sampah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, efisiensi energi dan air, pemanfaatan material ramah lingkungan, dukungan terhadap produk lokal, serta optimalisasi teknologi digital dan transportasi berkelanjutan.
“Ke depan, kami juga mendorong agar penyelenggara event mulai mengalokasikan sebagian keuntungan acara tidak hanya untuk kewajiban pajak dan royalti, tetapi juga untuk kontribusi lingkungan, seperti program penanaman pohon atau inisiatif karbon offset,” tambah Evan.
IVENDO menegaskan bahwa penguatan konsep green event bukan sekadar mengikuti tren, melainkan menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga keberlanjutan industri event nasional. Langkah ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan serta memperkuat citra Indonesia sebagai tuan rumah event yang bertanggung jawab secara lingkungan, baik di tingkat nasional maupun internasional.(yud/ub)





