UPDATEBALI.com, JEMBRANA — Upaya Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam menata kawasan perkotaan yang lebih tertib dan nyaman mulai mendapat respons positif dari para pedagang kaki lima (PKL).
Sejumlah PKL yang selama ini beraktivitas di sepanjang Jalan Ngurah Rai, tepatnya di sekitar Lapangan Dauhwaru, menyatakan kesiapan untuk direlokasi ke tempat baru yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Pemkab Jembrana diketahui telah menyiapkan dua lokasi relokasi bagi para pedagang. Salah satunya merupakan lahan milik Kementerian Keuangan yang pemanfaatannya difasilitasi melalui perjanjian pinjam pakai antara Kementerian Keuangan dan Pemkab Jembrana. Sementara satu lahan lainnya berada di sisi barat dan merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Bali. Kedua lokasi tersebut masih berada di area yang tidak jauh dari tempat para PKL berjualan sebelumnya.
Kesiapan para pedagang disampaikan secara langsung dalam dialog bersama Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, saat meninjau lokasi relokasi pada Senin 5 Januari 2026. Dalam kesempatan tersebut, para PKL menilai kebijakan relokasi sebagai langkah solutif yang mengakomodasi kepentingan pedagang sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas dan penataan kawasan kota.
“Pada prinsipnya kami siap pindah, tempatnya juga tidak jauh, disebrangnya,” ujar salah satu pedagang.
Menanggapi hal tersebut, Bupati I Made Kembang Hartawan menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan lokasi relokasi, mulai dari kemudahan akses, kenyamanan, hingga peluang ekonomi bagi para pedagang. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen melengkapi lokasi relokasi dengan fasilitas pendukung seperti penerangan, ketersediaan air bersih, serta sistem pengelolaan kebersihan.
“Kebijakan relokasi ini diharapkan dapat menciptakan ketertiban kota tanpa mematikan mata pencaharian para PKL,” ungkapnya.
Selain meninjau lahan relokasi PKL, Bupati Kembang juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah fasilitas publik di sekitar kawasan tersebut, termasuk perbaikan jogging track di area Gedung Ir. Soekarno. Perbaikan difokuskan pada pembatas antara lintasan dan kolam yang sebelumnya mengalami kerusakan.
“Selama ini banyak masukan dari warga terkait fasilitas joging track yang rusak, khususnya pembatas antar track dan kolam, nah itu sekarang sudah kita perbaiki. termasuk pembatas yang didalam juga sudah kita perbaiki semua,” ucapnya.
Tak hanya itu, penataan wajah depan kawasan Kebun Raya Jembrana juga menjadi perhatian, khususnya pada penegasan tulisan nama Kebun Raya Jembrana agar lebih mudah terlihat dan dibaca oleh masyarakat yang melintas.(yud/ub)





