
UPDATEBALI.com, DENPASAR — Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kota Denpasar terus diarahkan agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi keluarga dan masyarakat.
Hal tersebut mengemuka dalam Puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kota Denpasar yang berlangsung di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar, Kamis 20 Agustus 2026.
Peringatan tahun ini mengangkat tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”. Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa.
Puncak HKG PKK ke-54 berlangsung dengan berbagai kegiatan, mulai dari penampilan Tari Pendet, pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba HKG PKK dan kegiatan Bulan Bung Karno Tahun 2026, hingga penampilan paduan suara SMPN 7 Denpasar yang berhasil meraih Juara I HKG PKK Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperluas jejaring kerja sama. TP PKK dan Dekranasda Kota Denpasar menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra sebagai langkah memperkuat kolaborasi dalam berbagai bidang pemberdayaan.
Mitra yang terlibat dalam kerja sama tersebut yakni Astra Daihatsu Denpasar Cokro, Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, Poltekkes Kemenkes Denpasar, dan Universitas Saraswati.
Kolaborasi itu diharapkan dapat membuka peluang sinergi dalam sejumlah sektor, di antaranya pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kapasitas masyarakat.
Turut hadir Ketua TP PKK Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara, Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua Gatriwara Kota Denpasar Purnawati Ngurah Gede, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Denpasar I Gusti Ayu Putu Suwandewi Eddy Mulya, jajaran pengurus TP PKK serta undangan lainnya.
Dalam sambutan Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian yang dibacakan Ketua TP PKK Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara, ditekankan pentingnya menjadikan HKG PKK sebagai momentum evaluasi sekaligus penguatan gerakan PKK di seluruh tingkatan.
Gerakan tersebut mencakup jenjang pusat, daerah, desa dan kelurahan hingga kelompok Dasawisma. Penguatan 10 Program Pokok PKK dinilai penting karena keluarga menjadi salah satu fondasi utama dalam pembangunan.
Para kader juga didorong untuk memperluas sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, kalangan akademisi dan berbagai unsur masyarakat. Dengan kolaborasi tersebut, pelaksanaan program diharapkan menghasilkan manfaat yang lebih konkret bagi masyarakat dan mendukung Asta Cita.
Sementara itu, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara memberikan apresiasi terhadap kiprah kader PKK yang selama ini aktif mendampingi dan memberdayakan keluarga serta masyarakat.
Menurutnya, kader PKK memiliki posisi strategis karena berbagai upaya pemberdayaan berawal dari lingkungan keluarga dan komunitas.
“Peringatan HKG PKK ke-54 ini hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga sebagai momentum untuk melihat kembali apa yang telah dilakukan, mengevaluasi berbagai tantangan, serta menyusun langkah yang lebih baik ke depan,” ujar Jaya Negara.
Jaya Negara juga meminta PKK terus membangun kemitraan strategis, termasuk mengembangkan sektor kriya dan UMKM serta memperluas wawasan masyarakat. Upaya tersebut dinilai dapat memperkuat ketahanan keluarga sehingga mampu menciptakan keluarga yang lebih sejahtera, tenteram dan mandiri.
Selain itu, ia mengajak seluruh kader PKK bersama para pemangku kepentingan menjaga semangat kebersamaan dengan berpegang pada filosofi Vasudhaiva Kutumbakam yang bermakna seluruh manusia merupakan satu keluarga.
Semangat tersebut dinilai penting dalam memperkuat hubungan antara pemerintah sebagai Guru Wisesa, kader PKK, dunia usaha, akademisi dan masyarakat.
Melalui HKG PKK ke-54, Pemkot Denpasar berharap gerakan PKK semakin adaptif dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Penguatan 10 Program Pokok PKK yang dibarengi kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu menjadikan kader sebagai penggerak perubahan dari lingkungan keluarga.
Pada akhirnya, gerakan tersebut diharapkan turut mendukung terwujudnya masyarakat Denpasar yang maju, aman dan sejahtera sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Indonesia Emas 2045.(per/updatebali)


