ICD ke-5 Denpasar Jadi Panggung Ekspresi dan Kemandirian Penyandang Disabilitas

0
138
Pemerintah Kota Denpasar kembali menghadirkan Indonesia Cinta Disabilitas (ICD) sebagai ruang yang memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan potensi dan kreativitasnya.
Pemerintah Kota Denpasar kembali menghadirkan Indonesia Cinta Disabilitas (ICD) sebagai ruang yang memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan potensi dan kreativitasnya. Sumber foto: Humas Denpasar/Updatebali

UPDATEBALI.com, DENPASAR — Pemerintah Kota Denpasar kembali menghadirkan Indonesia Cinta Disabilitas (ICD) sebagai ruang yang memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan potensi dan kreativitasnya.

Memasuki pelaksanaan ke-5, ICD Tahun 2026 digelar di Gedung Grahanawasena, Jalan Kamboja, Denpasar, selama dua hari, Kamis-Jumat 20-21 Agustus 2026.

Tidak sekadar menjadi agenda tahunan, kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah bagi sahabat disabilitas untuk berkarya, berekspresi, sekaligus membangun kemandirian. Beragam kegiatan seni, hiburan, hingga aktivitas ekonomi turut mewarnai pelaksanaan ICD tahun ini.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara yang meninjau langsung kegiatan tersebut mengatakan, Pemkot Denpasar terus berupaya meningkatkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Menurutnya, semangat Vasudhaiva Khutumbakam menjadi salah satu landasan dalam membangun Denpasar yang inklusif. Pelaksanaan ICD setiap tahun juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan kota yang semakin ramah dan memberikan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas.

Baca Juga:  Semangat Baru Prabu Catur Muka, UMKM dan Solidaritas Jadi Fokus Utama

Graha Nawasena dipilih sebagai pusat kegiatan sekaligus ruang apresiasi terhadap berbagai karya sahabat disabilitas. Produk yang ditampilkan cukup beragam, mulai dari kuliner, kerajinan tangan hingga lukisan.

Jaya Negara mengapresiasi kreativitas yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kemampuan penyandang disabilitas dalam menghasilkan karya sekaligus berkontribusi bagi masyarakat merupakan hal yang patut mendapatkan dukungan.

“Yang sangat membanggakan sekali adalah hasil penjualan dari kegiatan ICD ini sebagian akan didonasikan juga ke saudara-saudara kita yang korban Gempa NTT. Ini tentunya patut diapresiasi, karena meski dengan kondisi terbatas, tapi tidak menutup keinginan untuk membantu sesama,” kata Jaya Negara.

Baca Juga:  Program Bungan Desa ke-51, Bupati Tabanan Angkat Potensi Lebah Madu Sari di Desa Selabih

Selain menjadi ruang ekspresi, ICD juga menghadirkan sisi pemberdayaan ekonomi. Sejumlah stan UMKM dikelola langsung oleh penyandang disabilitas. Pengunjung dapat menemukan berbagai produk yang ditawarkan, mulai makanan dan minuman hingga suvenir.

Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty menjelaskan, ICD 2026 berlangsung selama dua hari, yakni Kamis dan Jumat, 20-21 Agustus. Selama kegiatan, pengunjung disuguhkan berbagai pertunjukan seni dan hiburan.

Menurut Laxmy, keberadaan stan UMKM menjadi bagian penting dari pelaksanaan ICD. Para penyandang disabilitas tidak hanya memperoleh kesempatan tampil di panggung, tetapi juga dapat memperkenalkan produk sekaligus melatih kemampuan dalam mengelola usaha.

Baca Juga:  Bupati Jembrana Dorong Gemar Makan Ikan untuk Cegah Stunting dan Cerdaskan Anak

Bagi masyarakat yang ingin memberikan dukungan, panitia menyediakan kupon ICD senilai Rp15.000 yang dapat digunakan untuk berbelanja produk UMKM penyandang disabilitas.

“Jadi mereka tidak hanya tampil di panggung, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dalam berusaha. Kami berharap masyarakat ikut mendukung dengan membeli produk-produk UMKM mereka,” ujar Laxmy Saraswati.

Melalui ICD ke-5, Pemkot Denpasar berupaya memperluas ruang partisipasi penyandang disabilitas dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Kegiatan tersebut sekaligus mengajak masyarakat melihat kemampuan dan karya penyandang disabilitas sebagai bagian dari potensi kota yang perlu terus dikembangkan.(per/updatebali)