Edukasi Lalu Lintas hingga Asesmen, Cara Dinsos Denpasar Meriahkan HUT RI untuk Sahabat Difabel

0
323
Pelaksanaan kegiatan inklusif secara serentak pada Jumat (15/8), melibatkan 140 peserta difabel di dua lokasi berbeda.
Pelaksanaan kegiatan inklusif secara serentak pada Jumat (15/8), melibatkan 140 peserta difabel di dua lokasi berbeda. Sumber foto : Humas Denpasar

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Kota Denpasar tahun ini membawa makna khusus bagi para penyandang disabilitas.

UPTD Pusat Layanan Disabilitas (PLD) Dinas Sosial Kota Denpasar menggelar dua kegiatan inklusif serentak pada Jumat, 15 Agustus 2025, melibatkan 140 sahabat difabel di dua lokasi berbeda.

Meski berbeda fokus, kedua kegiatan ini memiliki tujuan yang sama: meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian penyandang disabilitas.

Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty, menegaskan bahwa momentum kemerdekaan menjadi pengingat pentingnya kesetaraan peran seluruh warga dalam membangun kota.

Baca Juga:  Offroad Merah Putih Warnai HUT RI dan Kota Negara, Bupati Kembang Ikut Tancap Gas

“Kegiatan ini bukan sekadar simbol peringatan kemerdekaan, melainkan langkah nyata mewujudkan Denpasar sebagai kota ramah dan terbuka untuk semua, termasuk sahabat difabel,” ujarnya.

Laxmy menambahkan, semangat kemerdekaan di Denpasar bukan hanya dirayakan secara seremonial, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang memperkuat inklusivitas dan kesetaraan.

“Kalian adalah bagian penting dari Denpasar. Bukan hanya penerima manfaat, tapi juga subjek aktif pembangunan kota,” pesannya kepada peserta.

Baca Juga:  Kerap Terima Tamu Tak Dikenal, 10 Pelaku Prostitusi Berbasis Aplikasi Daring Diamankan

Kepala UPTD PLD, I Ketut Wardana, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini. Ia menjelaskan bahwa di Taman Lalu Lintas Lapangan Lumintang, sebanyak 100 peserta difabel mengikuti Pengenalan Rambu Lalu Lintas yang digelar bersama Polresta Denpasar dan Dinas Perhubungan Kota Denpasar.

Peserta mendapatkan edukasi langsung mengenai rambu, tata tertib lalu lintas, dan tips keselamatan untuk mendukung mobilitas mandiri.

Sementara itu, di Kantor UPTD PLD, 40 anak penyandang disabilitas mengikuti Asesmen Serentak yang melibatkan Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Wilayah Bali dan RSUD Wangaya Denpasar.

Baca Juga:  Sejumlah Penyandang Disabilitas Bekerja di Penyalur Fesyen Jepang

Asesmen ini memetakan kondisi psikososial serta kebutuhan khusus tiap anak sebagai dasar perencanaan program intervensi dan rehabilitasi sosial yang tepat sasaran.

Wardana menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci memperkuat pelayanan publik yang inklusif.

“Kerja sama seperti ini akan memperkuat upaya kita memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali,” ujarnya.(per/ub)