spot_img
spot_img
BerandaBaliDuta PSBS PADAS Ajak Komunitas Wanita Katolik Wujudkan Pengelolaan Sampah Mandiri

Duta PSBS PADAS Ajak Komunitas Wanita Katolik Wujudkan Pengelolaan Sampah Mandiri

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Dalam upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber, Duta PSBS Palemahan Kedas (PSBS PADAS), Ny. Putri Suastini Koster kembali melaksanakan kegiatan edukasi dan sosialisasi.

Kegiatan kali ini menyasar kalangan perempuan Katolik, khususnya anggota Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPD Bali-NTB, yang digelar di Gereja Yesus Gembala Yang Baik, Ubung, Denpasar, Sabtu 5 Juli 2025.

Mengawali sosialisasi, Ny. Putri Koster mengajak hadirin untuk menilik kembali kondisi Bali pada era 1980-an, ketika persoalan sampah masih dapat ditangani secara mandiri di tingkat rumah tangga. Ia menyoroti bahwa lonjakan volume sampah, terutama plastik, baru terasa signifikan dalam beberapa dekade terakhir.

“Dulu belum ada sampah plastik sebanyak sekarang. Kini, semua dibuang ke TPA tanpa dipilah, hingga menimbulkan gunungan sampah yang berisiko terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dewa Gede Rai Sebut Selama KTT G20 TPA Suwung Ditutup

Dalam paparannya, Ny. Putri Koster yang juga Ketua TP PKK dan Dekranasda Provinsi Bali, menekankan pentingnya menyelesaikan sampah langsung dari sumbernya. Ia mengajak para ibu gereja untuk menerapkan pengelolaan mandiri mulai dari rumah, tempat ibadah, sekolah, hingga pasar.

“Mari mulai dari hal kecil yang berdampak besar. Sampah organik bisa selesai di rumah, tidak perlu semua dibawa ke TPA,” tegasnya.

Untuk mendukung implementasi PSBS, ia menyarankan tiga strategi utama, yakni penggunaan tong komposter, pembangunan teba modern di pekarangan rumah untuk pengolahan sampah organik, serta pemanfaatan maksimal terhadap TPST dan TPS3R untuk sampah anorganik. Dengan pendekatan Reduce, Reuse, Recycle (3R), ia berharap WKRI dapat menjadi mitra aktif dalam gerakan lingkungan ini.

Baca Juga:  Putri Koster Ajak Warga Karangasem Ubah Mindset, Kelola Sampah dari Rumah

Ny. Putri juga mengingatkan tentang rencana penutupan bertahap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang akan dimulai Agustus mendatang.

“Ibu-ibu harus bersiap. Setelah Agustus, TPA Suwung tidak akan menerima sampah organik lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Dr. Luh Riniti Rahayu selaku Koordinator Pokja PSP PSBS menegaskan bahwa pemerintah pusat telah mengeluarkan surat peringatan terkait penutupan TPA Suwung.

“Bali diberi waktu 180 hari sejak 24 Juni 2025. Artinya, akhir Desember nanti, TPA harus resmi ditutup,” jelasnya.

Dengan kondisi tumpukan sampah yang telah mencapai ketinggian 35 meter di atas lahan seluas 32,4 hektare, keberadaan TPA tersebut disebut melanggar aturan dan menjadi sumber polusi berat.

Baca Juga:  Antisipasi Banjir Jelang Musim Hujan, Pj Gubernur Ingatkan Warga Jangan Buang Sampah ke Selokan dan Sungai

Ia menambahkan bahwa Gubernur Bali Wayan Koster telah menetapkan persoalan sampah sebagai program superprioritas. Pemerintah akan terus menggencarkan sosialisasi demi mewujudkan Bali yang bersih dan bebas dari sampah.

Dalam sesi tambahan, Prof. Ni Luh Kartini dari Pokja PSP PSBS memberikan penjelasan mendalam tentang dampak pencemaran lingkungan serta demonstrasi pembuatan eco enzyme berbasis tong komposter.

Ketua Presidium WKRI DPD Bali-NTB, Nisa Setiati, mengapresiasi kegiatan ini sebagai bagian dari perayaan HUT ke-101 WKRI.

“Kami ingin berperan aktif dalam mendukung program Bali Bersih Sampah. Saat ini kami memiliki 14 DPC dan 36 ranting di wilayah Bali-NTB,” ujarnya.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments