UPDATEBALI.com, PANDEGLANG – Komitmen dalam mengembangkan ekonomi desa kembali dibuktikan Astra bersama Kementerian Desa PDTT RI dan Kementerian Perdagangan RI melalui pelepasan ekspor perdana 5.000 ekor ikan mas sinyonya dari Desa Sejahtera Astra Pandeglang menuju Vietnam, Sabtu 31 Mei 2025.
Kegiatan ini menjadi langkah awal memperkenalkan produk desa unggulan ke pasar internasional.
Ekspor perdana ini menjadi bagian dari upaya Astra dalam membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang berdaya saing global. Ikan mas sinyonya, yang merupakan spesies khas Kecamatan Banjar, menjadi andalan utama desa binaan Astra di Pandeglang.
Acara pelepasan turut dihadiri oleh Dirjen Pengembangan Ekspor dan Investasi Kemendes PDTT RI, Tabrani; Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag RI, Miftah Farid; Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, serta perwakilan dari Astra Group.
“Melalui program Desa Sejahtera Astra, kami ingin terus memperkuat pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Program ini mendorong kemandirian desa melalui kolaborasi dengan berbagai pihak,” kata Boy Kelana Soebroto, Chief of Corporate Affairs Astra.
Ikan mas sinyonya memiliki keunikan karena dapat tumbuh hingga 20 kilogram dan berumur panjang mencapai 15 tahun. Selain menembus pasar Vietnam, ikan ini juga telah dipasarkan secara regional ke berbagai wilayah di Jawa dan Sumatera.
Selain fokus pada sektor perikanan, Desa Sejahtera Astra Pandeglang juga mengembangkan produk unggulan lain seperti kerajinan dari pandan duri dan kopi khas lokal, kopi puhu. Aneka produk dari anyaman seperti tas, sandal, dan sajadah telah dihasilkan dan dipasarkan.
Lebih dari itu, desa ini juga mengembangkan potensi wisata terpadu berbasis edukasi dengan konsep eduwisata yang meliputi sektor perikanan, kerajinan, wisata kuliner, dan area perkemahan.
Program pembinaan Astra telah berlangsung sejak 2018, dengan cakupan tiga klaster utama yakni pertanian, kelautan-perikanan, serta pariwisata dan budaya. Hingga akhir 2024, tercatat sebanyak 1.515 desa/kampung di 35 provinsi telah menjadi bagian dari program ini, dengan 468 di antaranya telah mengekspor produknya ke luar negeri.
Total valuasi ekspor produk dari desa binaan Astra selama empat tahun terakhir mencapai Rp349 miliar. Langkah ini sekaligus menjadi kontribusi Astra dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan cita-cita untuk sejahtera bersama bangsa.(ub)





