UPDATEBALI.com, DENPASAR — Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, secara resmi membuka Denpasar Education Festival 2026 yang digelar pada 6–8 Mei 2026 dengan mengusung tema “Edu-Green”.
Pembukaan ditandai dengan pelepasan burung di Lapangan Taman Kota Lumintang, Rabu, 6 Mei 2026.
Kegiatan diawali dengan pencatatan Rekor MURI Yoga Asana yang melibatkan 238 sekolah dengan total 12.971 siswa. Pelaksanaan yoga dilakukan serentak di masing-masing sekolah dan dipusatkan di Lapangan Lumintang dengan partisipasi sekitar 250 siswa. Momentum ini juga dirangkaikan dengan peluncuran Senam Vasudaiva Kutumbakam.
Rangkaian acara kemudian berlanjut dengan pertunjukan bapang barong oleh anak-anak serta pembukaan pameran pendidikan di Gedung Dharma Negara Alaya.
Dalam sambutannya, Arya Wibawa mengapresiasi antusiasme peserta dan menilai festival ini sebagai ruang strategis untuk mendorong kreativitas dan inovasi di sektor pendidikan.
“Festival ini menjadi ruang bagi siswa dan guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK untuk menampilkan bakat, karya inovasi, dan prestasi mereka kepada publik. Dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak terus berinovasi dan berkembang,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, menjelaskan bahwa kegiatan yoga massal ini sekaligus menjadi upaya menghidupkan kembali program yoga di sekolah yang sempat terhenti sejak pandemi COVID-19.
“Kami mencoba kembali membangun budaya yoga di sekolah agar anak-anak mengenal yoga sejak dini sehingga sehat secara fisik maupun mental. Kegiatan ini diikuti 238 sekolah dengan jumlah siswa mencapai 12.971 orang,” jelasnya.
Selain itu, peluncuran Senam Vasudaiva Kutumbakam juga direncanakan akan mendapatkan pengakuan hak kekayaan intelektual dari Kementerian Hukum dan HAM untuk Pemerintah Kota Denpasar.
Pameran DEF 2026 diikuti sebanyak 25 stan dari berbagai jenjang pendidikan, menampilkan inovasi, hasil penelitian, serta prestasi siswa hingga tingkat nasional. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pertukaran ide dan inovasi antar sekolah.
Tema “Edu-Green Menuju Sekolah Sehat” diangkat sebagai upaya menanamkan kesadaran lingkungan dan pola hidup sehat sejak dini.
Dalam rangkaian kegiatan juga diperkenalkan sekolah rintisan hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia guna mendorong pengembangan pendidikan yang lebih inovatif di Kota Denpasar.(per/ub)





