DBFW Dorong Produk Lokal Bali Makin Dilirik, Gubernur Koster: Budaya Tetap Jadi Ruh Utama

0
302
Gelaran Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) kembali menegaskan perannya sebagai ruang kreatif yang mampu mengangkat potensi lokal Bali
Gelaran Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) kembali menegaskan perannya sebagai ruang kreatif yang mampu mengangkat potensi lokal Bali. Sumber foto: Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Gelaran Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) kembali menegaskan perannya sebagai ruang kreatif yang mampu mengangkat potensi lokal Bali, baik dari sisi industri fesyen, talenta kreator, hingga pelestarian budaya.

Hal itu disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster, saat membuka DBFW Sesi 2 di Gedung Ksirarnawa, Denpasar, Selasa 2 Desember 2025 malam.

Koster menilai, ajang fesyen berskala besar biasanya terpusat di kota-kota besar Indonesia, sementara Bali selama ini lebih berperan sebagai peserta. Melalui DBFW, Bali kini mulai menunjukkan taringnya sebagai tuan rumah yang mampu menampilkan karakter kuat produk lokal.

Baca Juga:  Kapolda Bali Letakkan Batu Pertama Bangunan Sentra Pelayanan Terpadu Polres Jembrana

“Selama ini kita jarang tampil sebagai penyelenggara. Kini Bali menunjukkan bahwa produk lokalnya memiliki kualitas dan kekhasan yang tidak kalah dibanding kota besar,” ujarnya.

Gubernur menjelaskan bahwa DBFW memberi multiplier effect yang luas. Ajang ini mempertemukan desainer lokal yang sebelumnya jarang memiliki panggung, produk-produk kriya Bali yang merepresentasikan identitas lokal, hingga model-model Bali yang tampil bersaing dengan kualitas profesional.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Buka Lomba Membaca Puisi dalam Rangka Hari Anak Nasional 2024

“Semua unsur yang terlibat benar-benar lokal. Inilah semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali—menggerakkan potensi daerah secara menyeluruh agar ekonomi masyarakat ikut berputar,” tambahnya.

Koster menilai DBFW menjadi strategi konkret untuk memperkuat IKM dan UMKM Bali, tidak hanya dari sisi penjualan tetapi juga peningkatan kualitas, eksposur, serta regenerasi talenta kreatif.

Ia berharap penyelenggaraan serupa dapat diperluas ke tingkat kabupaten/kota agar semakin banyak desainer, pelaku usaha, dan SDM lokal mendapatkan kesempatan tampil.

Baca Juga:  Pemerintah Genjot Produk UMKM Guna Bentuk Ekosistem Ekonomi

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, menjelaskan DBFW Sesi 2 berlangsung selama tujuh hari berturut-turut. Sejumlah instansi pemerintah, lembaga, serta organisasi masyarakat turut terlibat untuk mendukung pagelaran ini.

Pada hari pertama, rangkaian acara diisi oleh pagelaran busana pengantin karya Turah Mayun, serta koleksi busana dan aksesori dari Bara Silver & Gold, Geoniloe, Puspa Mega, Darmawan Silver, dan Taksu Desain.(yud/ub)