spot_img
spot_img
BerandaBaliBupati dan Wabup Jembrana Sandang Alumni Kehormatan IPDN, Teguhkan Semangat Pengabdian

Bupati dan Wabup Jembrana Sandang Alumni Kehormatan IPDN, Teguhkan Semangat Pengabdian

UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Retret Kepala Daerah Gelombang II yang digelar di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Jawa Barat, resmi ditutup pada Kamis, 26 Juni 2025.

Penutupan yang berlangsung di Lapangan Parade Kampus Lembah Manglayang itu ditandai dengan parade Manggala, serta penyematan pin alumni kehormatan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya kepada para peserta, termasuk Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat).

Retret yang berlangsung sejak 22 Juni 2025 ini menjadi momentum penting dalam membangun integritas dan kepemimpinan kepala daerah se-Indonesia.

Baca Juga:  Bupati Tamba Buka Simulasi Manasik Haji 2024 untuk 1.600 Anak RA di Jembrana

Bupati Kembang menyampaikan, pengalaman selama lima hari tersebut sangat berharga dan memperkuat semangatnya bersama Wabup Ipat untuk terus melayani dan mengabdi kepada rakyat.

“Retret ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami bisa saling mengenal dengan kepala daerah lain, bertukar pengalaman memimpin, serta berdiskusi tentang potensi daerah yang dapat disinergikan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya forum tersebut dalam membuka ruang diskusi langsung dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi berbagai tantangan di daerah.

Sementara itu, Wabup Ipat menyoroti pentingnya aspek kedisiplinan dan kemandirian yang ditempa selama kegiatan berlangsung.

Baca Juga:  Pemkab Buleleng Gandeng Kejari Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Transparan dan Akuntabel

“Kami dilatih untuk selalu siaga karena agenda retret serba dadakan. Ini melatih ketanggapan kami terhadap berbagai dinamika di daerah,” ujarnya.

Menurut Bupati Kembang, salah satu pengalaman paling berkesan adalah penerapan pola pendidikan semi-militer.

“Kami menjalani baris-berbaris, waktu makan yang dibatasi, dan harus menunggu komando sebelum mulai makan. Ini memberi pengalaman yang berbeda namun bermakna,” jelasnya.

Wamendagri Bima Arya dalam sambutannya menyatakan, retret ini merupakan bagian dari ikhtiar Presiden RI Prabowo Subianto dalam membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga:  Blusukan ke Kebun, Bupati Tamba Jaga Produktivitas Sektor Hulu Petani Kakao Jembrana

“Dalam 20 tahun ke depan, kita ingin Indonesia menjadi satu dari lima negara termaju di dunia. Itu tidak mungkin tercapai tanpa kolaborasi yang erat antara pusat dan daerah,” tegas Bima Arya.

Lebih lanjut ia menambahkan, retret ini tidak hanya soal kepemimpinan dan etika pemerintahan, tapi juga mempererat persahabatan antar kepala daerah dari Sabang sampai Merauke.

“Semua dipersatukan oleh semangat pengabdian. Semangat Bhinneka Nara Eka Bhakti – berbeda-beda tetapi satu dalam pengabdian,” pungkasnya.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments