UPDATEBALI.com, KLUNGKUNG – Upaya Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi mendapat perhatian dari pemerintah pusat.
Hal itu ditandai dengan kunjungan kerja Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dr. Nani Hendiarti, ke Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Sabtu 1 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung penerapan teknologi pirolisis yang digunakan dalam pengolahan sampah di Kabupaten Klungkung, sekaligus mengevaluasi efektivitas sistem yang telah diterapkan.
Dalam pemaparannya, Bupati Klungkung I Made Satria menjelaskan bahwa mesin pirolisis yang digunakan mengadopsi teknologi ramah lingkungan Cook Island. Sistem tersebut bekerja melalui proses pemanasan bersuhu tinggi tanpa pembakaran terbuka sehingga tidak menghasilkan asap, melainkan hanya uap air, serta mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.
Ia menambahkan, kapasitas pengolahan mesin tersebut diperkirakan mampu mencapai 168 ton sampah per hari dan secara bertahap ditargetkan meningkat hingga 400 ton setiap hari.
“Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan Ibu Deputi Kemenko Pangan. Kehadiran ini menjadi motivasi dan komitmen bagi Pemkab Klungkung untuk terus mengoptimalkan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, demi mewujudkan lingkungan yang bersih serta mendukung ketahanan pangan dan energi yang berkelanjutan,” ujar Bupati Satria.
Menurutnya, pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. Selain mengurangi timbunan sampah, teknologi tersebut juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung sektor pangan dan energi.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Pangan Kemenko Pangan, Dr. Nani Hendiarti memberikan apresiasi terhadap terobosan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Klungkung. Ia menilai penerapan teknologi pirolisis di TOSS Center menunjukkan model pengelolaan sampah yang terintegrasi dan memiliki potensi untuk diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.
“Luar biasa, TOSS Center ini sangat dikenal sebagai pusat edukasi dan pengolahan sampah terpadu di Klungkung. Saya sangat berharap pengelolaan sampah di sini bisa dijadikan contoh oleh daerah lain untuk mendukung kemandirian pengelolaan lingkungan serta integrasinya dengan sektor pertanian dan pangan,” ungkap Nani Hendiarti.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap berbagai inovasi yang dikembangkan Kabupaten Klungkung dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, ramah lingkungan, dan berorientasi pada keberlanjutan.(Yud/ub)





