spot_img
spot_img
BerandaBaliDukung UMKM, Pemkab Jembrana Gandeng Ritel Modern dan Terapkan Moratorium

Dukung UMKM, Pemkab Jembrana Gandeng Ritel Modern dan Terapkan Moratorium

UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menunjukkan komitmennya dalam mendukung eksistensi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal dengan menerapkan kebijakan moratorium terhadap pembangunan toko modern berjejaring baru di wilayah Jembrana.

Langkah ini merupakan salah satu kebijakan strategis Bupati Kembang Hartawan di awal masa jabatannya untuk melindungi dan mengembangkan UMKM.

Terdapat tiga syarat utama yang diberlakukan bagi toko modern berjejaring yang sudah ada agar tetap dapat beroperasi di Jembrana.

Pertama, tidak diperbolehkan lagi pembangunan toko baru. Kedua, toko modern wajib menyediakan ruang khusus untuk produk UMKM Jembrana. Ketiga, perusahaan diwajibkan menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga:  Kegiatan UKK Multimedia SMK PGRI 2 Badung Berjalan dengan Baik

“Dalam moratorium ini kita sudah sepakat bahwa pembangunan toko modern berjejaring baru dihentikan, produk UMKM Jembrana wajib ditampung, dan CSR disalurkan kepada masyarakat sekitar. Ini sudah kita tandatangani bersama,” tegas Bupati saat membuka Pelatihan Manajemen Retail dan Kurasi Produk di Aula Gedung UPTD PLUT KUMKM Jembrana, Kamis, 19 Juni 2025.

Pelatihan tersebut melibatkan pelaku UMKM se-Jembrana dan menghadirkan narasumber dari manajemen PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Acara ini turut dihadiri oleh Pimpinan Cabang PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Ervin Novian, Ketua Komisi II DPRD Jembrana I Ketut Suastika, dan Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Jembrana I Komang Agus Adinata.

Baca Juga:  Diduga Akibat Api Tungku, Kebakaran Hanguskan Dapur dan Bengkel Motor di Mendoyo

Bupati menekankan bahwa UMKM di Jembrana memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar modern. Namun, berbagai kendala masih sering ditemukan di lapangan, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia, kapasitas produksi, akses permodalan, legalitas usaha, sistem pembayaran hingga kesesuaian dengan standar pasar modern.

“Permasalahan-permasalahan ini kita coba carikan solusi dengan mempertemukan langsung pelaku UMKM dengan pihak toko modern, disertai pelatihan,” ujarnya.

Baca Juga:  Subak Bukan Sekadar Irigasi, Buleleng Tanamkan Nilai Budaya pada Kaum Muda

Lebih lanjut, ia berharap langkah ini dapat mendorong UMKM di Jembrana untuk tumbuh dan berkembang bersama pasar modern.

Selain pelatihan, Pemkab juga meminta perusahaan berjejaring untuk menyalurkan CSR-nya kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk tanggung jawab sosial.

Sementara itu, Pimpinan Cabang PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Ervin Novian menyambut baik kebijakan tersebut dan menyatakan komitmen perusahaan untuk bersinergi dengan UMKM lokal.

“Kami siap bersinergi dan memberi peluang bagi UMKM Jembrana untuk ikut maju dan berkembang bersama kami. Sudah saatnya UMKM tumbuh dan berdaya saing di pasar modern,” pungkasnya.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments