UPDATEBALI.com, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Upacara Pitra Yadnya dan Atma Wedana yang digelar masyarakat Desa Adat Selat, Kecamatan Abiansemal, pada Minggu, 6 April 2025, bertempat di Lapangan Serbaguna Desa Selat.
Kehadiran Bupati merupakan bentuk nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir anggota DPRD Badung Dapil Abiansemal I Putu Dendy Astra Wijaya mewakili Ketua DPRD Badung, Kadis Dukcapil Badung AA. Ngurah Arimbawa, Camat Abiansemal IB. Putu Mas Arimbawa, unsur Tripika Kecamatan Abiansemal, Perbekel Desa Selat I Made Semawan, Bendesa Adat Selat Ida Bagus Made Anom, serta para Manggala Dinas dan Adat Desa Adat Selat.
Sebagai bentuk sradha bhakti sekaligus dukungan terhadap pelaksanaan upacara adat, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 20 juta. Selain itu, Ketua DPRD Badung juga memberikan bantuan senilai Rp 5 juta yang diserahkan melalui I Putu Dendy Astra Wijaya, dan secara pribadi Dendy Astra Wijaya juga menambahkan bantuan Rp 5 juta.
Dalam sambrama wacananya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya dapat hadir langsung di tengah masyarakat Desa Adat Selat. Ia mengapresiasi semangat dan kekompakan masyarakat dalam melaksanakan karya secara bersama-sama.
“Pemerintah Kabupaten Badung tentu sangat mendukung pelaksanaan karya Pitra Yadnya dan Atma Wedana ini. Saya lihat kekompakan masyarakat luar biasa, dan ini harus terus dijaga. Semoga upacara ini berjalan lancar, menjadi wujud rasa terima kasih kita kepada para leluhur, dan kita semua diberikan kesehatan serta kerahayuan,” ujar Adi Arnawa.
Sementara itu, Perbekel Desa Selat I Made Semawan mewakili masyarakat Desa Adat Selat menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Bupati Badung beserta jajaran. Ia menjelaskan bahwa upacara ini diikuti oleh 14 orang krama, dan seluruh biaya pelaksanaan berasal dari swadaya keluarga masing-masing peserta.
“Rangkaian upacara ini sudah dimulai sejak 19 Maret 2025 dengan matur piuning di merajan masing-masing dan nyukat genah upacara. Tanggal 24 Maret dilanjutkan dengan nanceb surya, dan puncak karya dilaksanakan pada 6 April 2025. Sedangkan pada 7 April 2025 dilaksanakan meajar-ajar dan ngelinggihang di merajan masing-masing keluarga peserta,” jelasnya.(den/ub)





