UPDATEBALI.com, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti secara resmi membuka Lomba Ogoh-Ogoh Badung Çaka Fest 2026 yang digelar di Area Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Jumat, 6 Maret 2026.
Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan kulkul sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan budaya tersebut.
Festival yang mengusung tema “Sakti Nugraha Loka” ini menekankan harmoni antara kekuatan spiritual, kreativitas generasi muda, serta nilai-nilai kearifan lokal yang hidup dan berkembang dalam masyarakat Bali.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya konkret pemerintah daerah dalam melestarikan warisan seni tradisi yang telah mengakar kuat dalam kehidupan sosial masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa tradisi ogoh-ogoh tidak hanya dimaknai sebagai bagian dari ritual menjelang Hari Raya Nyepi, tetapi juga sebagai ruang ekspresi kreatif bagi generasi muda untuk menampilkan inovasi seni berbasis budaya lokal.
“Tradisi ogoh-ogoh tidak sekadar kegiatan ritual, tetapi juga momentum penting bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi melalui karya seni,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas para peserta, Adi Arnawa secara spontan menambahkan hadiah hibah bagi para pemenang lomba.
Untuk juara pertama disiapkan hibah sebesar Rp500 juta, juara kedua Rp450 juta, juara ketiga Rp400 juta, serta juara keempat atau harapan I sebesar Rp350 juta. Sementara peserta lainnya tetap mendapatkan apresiasi masing-masing sebesar Rp200 juta.
Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan semangat gotong royong generasi muda Badung dalam menciptakan karya seni ogoh-ogoh yang berkualitas.
“Saya melihat sendiri perjuangan para peserta sangat luar biasa. Ada yang bekerja sejak pagi hingga dini hari, bahkan harus menjaga ogoh-ogoh dari hujan. Di balik karya seni ini ada semangat kebersamaan dan gotong royong yang sangat kuat,” ungkapnya.
Adi Arnawa juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan festival di masa mendatang. Ia bahkan berencana menambah anggaran kegiatan, termasuk menghadirkan layar LED di area panggung agar masyarakat dapat menyaksikan penampilan peserta secara lebih optimal.
“Melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi, ke depan kita akan menambah fasilitas seperti layar LED agar penonton dapat menikmati pertunjukan dengan lebih baik dan profesional,” jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan Badung, Made Widiana, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberdayakan potensi lokal sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas melalui seni ogoh-ogoh.
Ia mengatakan, para Sekaa Teruna dan Yowana diharapkan mampu menampilkan karya yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, serta tanggung jawab dalam pelestarian budaya.
Dalam proses pembuatannya, peserta juga dianjurkan menggunakan bahan ramah lingkungan serta menghindari unsur politik, pornografi, maupun SARA dalam konsep ogoh-ogoh yang ditampilkan.
Badung Çaka Fest 2026 berlangsung selama tiga hari, dari 6 hingga 8 Maret 2026, dengan menampilkan 21 ogoh-ogoh terbaik yang telah diseleksi dari 597 karya Sekaa Teruna Teruni se-Kabupaten Badung. Penilaian dilakukan melalui tujuh zona yang mewakili enam kecamatan di Kabupaten Badung.
Selain menjadi ajang kompetisi seni, festival ini juga dirancang sebagai ruang ekspresi budaya sekaligus penguatan ekonomi kreatif berbasis komunitas. Berbagai kegiatan seni, hiburan, serta aktivitas ekonomi yang melibatkan komunitas lokal dan pelaku UMKM turut meramaikan kegiatan tersebut.
Program ini juga sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Badung melalui konsep Sapta Kriya Adi Cipta, yang menekankan pembangunan daerah berbasis kreativitas, inovasi, pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
“Melalui Badung Çaka Fest, kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi ruang strategis bagi generasi muda untuk menjaga identitas budaya sekaligus berkontribusi membangun Badung yang maju, kreatif dan berbudaya,” pungkas Made Widiana.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut anggota Komisi IV DPRD Badung, unsur Forkopimda Badung, pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Badung, Ketua TP PKK Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa, Ketua Gatriwara Badung Ny. Gusti Ayu Trisna Dewi Anom Gumanti, serta tokoh masyarakat.(den/ub)





