Buleleng Kejar Kategori Sangat Inovatif, Nilai IID Naik dari 43,64 Jadi 62,98

0
13
Buleleng Kejar Kategori Sangat Inovatif, Nilai IID Naik dari 43,64 Jadi 62,98
Buleleng Kejar Kategori Sangat Inovatif, Nilai IID Naik dari 43,64 Jadi 62,98. Sumber foto: Humas Kominfosanti Buleleng

UPDATEBALI.comBULELENG – Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng Ketut Suwarmawan menyampaikan bahwa inovasi yang dikembangkan pemerintah daerah tidak seharusnya hanya berorientasi pada peningkatan capaian Indeks Inovasi Daerah (IID).

Menurutnya, setiap inovasi perlu memberikan dampak nyata terhadap perbaikan tata kelola pemerintahan sekaligus mempermudah pelayanan bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kaban Suwarmawan saat memimpin rapat evaluasi hasil penginputan IID 2026 sekaligus membahas strategi pengembangan inovasi 2027 di Ruang Rapat BRIDA Buleleng, Selasa 22 September 2026.

“Rapat hari ini kita melaksanakan evaluasi hasil penginputan Indeks Inovasi Daerah tahun 2026 sekaligus merencanakan strategi pengembangan inovasi tahun 2027,” ujarnya

Baca Juga:  Pemkab Buleleng Siapkan Aplikasi Terintegrasi 'Singa Pinter' untuk Layanan Publik Digital

Menurut Kaban Suwarmawan evaluasi dilakukan untuk memastikan proses penginputan inovasi yang dilakukan perangkat daerah telah berjalan dengan baik, termasuk kelengkapan data dukung yang menjadi bagian dari penilaian IID.

“Setiap perangkat daerah kita dorong untuk mendaftarkan inovasinya dan melengkapi data dukung. Ini penting karena inovasi yang dilakukan harus dapat tergambarkan melalui data dan proses penilaian IID,” ungkapnya

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan proses penilaian IID 2026 saat ini telah berlanjut di tingkat pemerintah pusat. Karena itu, koordinasi dan dukungan perangkat daerah menjadi penting untuk memastikan seluruh inovasi yang telah dilakukan dapat tercatat dan dinilai sesuai ketentuan.

Baca Juga:  Wabup Dirga dan BRIN Bahas Solusi Sampah Berkelanjutan, Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Riset

Dari sisi capaian, nilai IID Kabupaten Buleleng menunjukkan tren peningkatan dalam lima tahun terakhir. Nilai IID meningkat dari 43,64 pada 2021 menjadi 51,78 pada 2022, 54,30 pada 2023, 60,98 pada 2024, dan 62,98 pada 2025.

Kabupaten Buleleng juga sempat masuk kategori sangat inovatif pada 2024. Namun, perubahan rentang penilaian pada kategori inovatif dan sangat inovatif membuat Buleleng pada 2025 belum kembali masuk kategori tersebut.

Baca Juga:  Honda PCX160 RoadSync, Sensasi Berkendara Modern dengan Konektivitas Maksimal

Ditambahkan, Kaban Suwarnawan berharap hasil penilaian IID 2026 dapat kembali membawa Buleleng ke kategori sangat inovatif. Namun, pihaknya menekankan bahwa capaian tersebut bukan tujuan akhir dari pengembangan inovasi.

“Inovasi bukan hanya untuk mengejar nilai indeks. Yang lebih penting adalah bagaimana perangkat daerah memiliki inovasi dan kreativitas yang dapat memperbaiki tata kelola pemerintahan, memudahkan pekerjaan, dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan,” pungkasnya (adv/updatebali)