BRI Region 17 Denpasar Latih 290 Karyawan Hadapi Kondisi Darurat dan Kebakaran

0
14
BRI Region 17 Denpasar Latih 290 Karyawan Hadapi Kondisi Darurat dan Kebakaran
BRI Region 17 Denpasar Latih 290 Karyawan Hadapi Kondisi Darurat dan Kebakaran. Sumber Foto : Bank BRI / Updatebali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Region 17 Denpasar memperkuat kesiapsiagaan karyawan dalam menghadapi kondisi darurat melalui kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Implementasi Business Continuity Management (BCM) atau Manajemen Kelangsungan Usaha (MKU), serta sosialisasi dan simulasi tanggap bencana kebakaran.

Kegiatan yang berlangsung di Aula BritAma BRI Region 17 Denpasar tersebut diikuti 290 karyawan dari Regional Office, perwakilan Regional Audit Office, dan Branch Office Renon. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan karyawan dalam menghadapi situasi darurat, khususnya bencana kebakaran.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi langsung dari perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar. Materi mencakup langkah-langkah pencegahan kebakaran, pengenalan alat pemadam kebakaran, prosedur penanganan awal kebakaran, jalur evakuasi, titik kumpul, serta tata cara melakukan evakuasi secara aman dan tertib.

Baca Juga:  Beroperasional Lebih Dari Batas Waktu, Tim Yustisi Denpasar Tutup 1 Usaha Angkringan

Selain menerima materi, para peserta juga mengikuti praktik simulasi pemadaman api. Melalui kegiatan ini, karyawan dilatih agar mampu mengambil tindakan secara cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, mengatakan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat merupakan hal penting yang perlu dipahami dan dilatih secara berkala oleh seluruh karyawan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan seluruh insan BRI memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat. Kami tidak hanya ingin karyawan memahami prosedur secara teori, tetapi juga mampu mengambil tindakan yang cepat, tepat, aman, dan tertib ketika menghadapi keadaan darurat,” ujar Hery.

Baca Juga:  Pemkab Buleleng Tegaskan Komitmen Anti Korupsi Lewat Bimbingan Teknis Bersama KPK

Menurutnya, pemahaman mengenai pencegahan kebakaran dan prosedur evakuasi menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman. Kesiapsiagaan tersebut juga mendukung keberlangsungan operasional perusahaan apabila terjadi kondisi yang tidak diinginkan.

Hery berharap seluruh peserta dapat memahami langkah-langkah pencegahan kebakaran, mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul yang telah ditentukan, serta mampu melakukan evakuasi secara cepat dan tertib.

“Kami berharap seluruh peserta dapat memahami langkah-langkah pencegahan kebakaran, mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul yang telah ditentukan, serta mampu melakukan evakuasi dengan cepat dan tertib. Dengan kesiapsiagaan yang baik, risiko korban jiwa maupun kerugian materiil dapat diminimalkan,” tambahnya.

Baca Juga:  Perkenalkan Alat Ventilator Portable, Wawali Arya Wibawa : Dapat Bantu Pasien Covid 19

Melalui sosialisasi dan simulasi tersebut, BRI Region 17 Denpasar berharap kesadaran, pemahaman, dan kesiapsiagaan karyawan terhadap kondisi darurat terus meningkat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan dan memperkuat kesiapan menghadapi berbagai risiko di lingkungan kerja.

BRI Region 17 Denpasar berkomitmen untuk terus memperkuat implementasi Business Continuity Management (BCM) atau Manajemen Kelangsungan Usaha (MKU), serta meningkatkan kesiapsiagaan seluruh karyawan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat. Dengan demikian, keselamatan insan perusahaan dan keberlangsungan operasional diharapkan dapat terus terjaga. (yud/updatebali)