UPDATEBALI.com, BULELENG – Peristiwa banjir bandang terjadi di Desa/Kecamatan Banjar, Buleleng pada Jumat 7 Maret 2026 sekitar pukul 18.15 Wita.
Kejadian yang diakibatkan oleh meluapnya air Sungai Mendaum tersebut mengakibatkan tiga orang hanyut dan satu orang meninggal dunia setelah terseret banjir.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan menyebut ada empat orang warga yang menjadi korban akibat adanya banjir bandang di Desa Banjar. Adapun nama korban yakni Dewa Ketut Adi Suarjaya (55) asal Banjar Dinas Santal sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia diduga karena terseret arus banjir.
Sementara masih ada tiga orang lainnya dinyatakan hilang akibat terbawa arus, mereka yakni Komang Suci (44), Putu Wini (17), dan Kadek Wahyu (12) yang berasal dari Banjar Dinas Ambengan. Ketiganya hanyut setelah banjir menyapu rumah mereka hingga mengakibatkan tembok rumah jebol.
“Proses pencarian kami lakukan mulai dari pukul 22.55 Wita dan sekitar pukul 23.10 Wita kami berhasil mengevakuasi satu korban meninggal. Proses pencarian dihentikan sekitar pukul 00.20 Wita, mengingat kondisi sudah tidak efektif untuk melakukan pencarian,” Jelas dia.
“Hasilnya terakhir masih ada tiga orang hanyut belum ditemukan. Saat itu mereka sedang berada di rumahnya tiba-tiba air mulai membesar dan masuk ke halaman, kemungkinan karena panik dan takut mereka terlambat menyelamatkan diri,” Imbuh Donny.
Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna yang mengetahui musibah tersebut langsung menuju lokasi kejadian dan ikut melaksanakan pencarian bersama Tim SAR Gabungan. Pencarian dilakukan dengan menelusuri dari rumah ketiga korban hingga menuju pesisir Pantai Banjar. Namun dalam pencarian hanya ditemukan satu orang sudah dalam kondisi meninggal dan tiga lainnya masih hilang.
Supriatna sangat prihatin dengan kondisi tersebut apalagi selain warga hilang, ada pula dilaporkan puluhan rumah warga rusak akibat banjir. Ia menduga kejadian terjadi lantaran curah hujan yang cukup tinggi terjadi di hulu seperti Desa Munduk, Gobleg dan sekitarnya. Sehingga desa yang ada di hilir terkena dampak banjir bahkan mengakibatkan Jalan Urama Seririt-Singaraja sempat macet karena air dan lumpur tergenang.
“Kami merasakan sangat prihatin dengan adanya bencana yang melanda dibeberapa Kecamatan seperti Sukasada, Banjar, Buleleng, Busungbiu dan Seririt. Apalagi sampai menyebabkan korban jiwa. Untuk selanjutnya kita segera melakukan pendataan terkait kerusakan sekaligus korban,” ungkapnya.
Pihaknya juga menghimbau masyarakat utamanya yang ada di tepi Sungai, Pantai atau pegunungan agar selalu waspada agar tidak sampai terjadi peristiwa lainnya hingga mengakibatkan korban jiwa. Apalagi cuaca ekstrem yang tidak menentu terjadi diluar perkiraan.(Dna/ub)





