Atasi Kemacetan Kuta, Bupati Adi Arnawa Buka Peluang Kerja Sama Transportasi dengan Inggris

0
130
Pemerintah Kabupaten Badung terus mencari pendekatan baru untuk mengatasi persoalan kemacetan sekaligus menjaga kualitas kawasan pariwisata.
Pemerintah Kabupaten Badung terus mencari pendekatan baru untuk mengatasi persoalan kemacetan sekaligus menjaga kualitas kawasan pariwisata. Sumber foto: Humas Badung/Updatebali

UPDATEBALI.com, MANGUPURA — Pemerintah Kabupaten Badung terus mencari pendekatan baru untuk mengatasi persoalan kemacetan sekaligus menjaga kualitas kawasan pariwisata.

Salah satu langkah yang ditempuh yakni membuka peluang dukungan teknis dari Pemerintah Inggris dalam pengembangan transportasi berkelanjutan dan infrastruktur hijau.

Pembahasan kerja sama tersebut berlangsung saat delegasi Kedutaan Besar Inggris berkunjung ke Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Jumat 21 Agustus 2026. Delegasi dipimpin Minister Counsellor for Development Peter Rajadiston bersama tim teknis dan mitra pelaksana dari PwC. Pertemuan digelar di Ruang Kriya Gosana I, Puspem Badung.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyambut langsung kunjungan tersebut. Ia didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Luh Suryaniti, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan I Made Agus Aryawan, Asisten III Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana, Kepala Dinas PUPR I Nyoman R Karyasa, Kepala Dinas Perhubungan AA Gde Rahmadi, serta Kepala Bagian Kerja Sama Ida Ayu Yutri Indahgustari.

Dalam pertemuan itu, Pemkab Badung dan Pemerintah Inggris membahas peluang kolaborasi di sejumlah sektor, terutama pengembangan infrastruktur hijau, transportasi berkelanjutan, serta penataan sistem mobilitas perkotaan.

Baca Juga:  Pemilihan Ketua dan Sekretaris Senat FIB Unud Periode 2022—2026

Adi Arnawa menilai kerja sama tersebut dapat menjadi tambahan kekuatan bagi Badung dalam melakukan pembenahan transportasi. Ia berharap dukungan teknis yang dibicarakan dapat berlanjut ke tahap implementasi dan menghasilkan solusi yang bisa dirasakan masyarakat maupun wisatawan.

“Kami terbuka terhadap kerja sama yang memberikan solusi konkret bagi persoalan transportasi, kemacetan, dan infrastruktur hijau. Kami harap kerja sama ini tidak berhenti pada diskusi, melainkan diwujudkan dalam program aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan pariwisata Badung,” ucapnya.

Salah satu perhatian utama Pemkab Badung adalah kawasan pariwisata Kuta yang memiliki tingkat mobilitas tinggi. Penataan transportasi di kawasan tersebut diarahkan melalui sejumlah langkah, mulai dari penyediaan kantong parkir terpusat, penertiban parkir liar di ruang jalan, pembenahan pedestrian, hingga pengembangan angkutan publik dengan emisi karbon rendah.

Bagi Adi Arnawa, pembenahan ruang jalan harus menjadi tahap awal sebelum penerapan sistem transportasi publik yang menggunakan jalur khusus. Pemerintah daerah bahkan tengah melihat peluang pengembangan moda transportasi massal berbasis trem sebagai bagian dari solusi jangka panjang.

Baca Juga:  Sariasih Sedana Arta Perkuat PAUD-HI di Bangli, Pendidikan dan Kesehatan Anak Diintegrasikan

“Langkah awal kami adalah mengamankan ruang jalan dari parkir liar. Transportasi publik tidak akan efektif jika langsung diterapkan tanpa jalur khusus yang steril dari kemacetan jalur umum. Jika ruang jalan sudah steril, barulah kita terapkan moda transportasi khusus tersebut,” tegasnya.

Untuk merealisasikan penataan tersebut, Pemkab Badung juga tengah mempersiapkan sejumlah lokasi yang berpotensi dikembangkan menjadi kantong parkir terpadu atau center park. Lokasi strategis di kawasan pariwisata dan sekitar pusat perbelanjaan menjadi bagian dari skema yang dikaji.

Konsep parkir terpusat diharapkan dapat mengurangi penggunaan badan jalan sebagai tempat parkir. Dengan demikian, ruang bagi kendaraan dan pejalan kaki dapat digunakan secara lebih tertib sehingga pergerakan lalu lintas menjadi lebih lancar.

Dukungan Pemerintah Inggris dalam pembahasan ini merupakan bagian dari tindak lanjut Strategic Partnership Indonesia-Inggris. Kerja sama tersebut juga berkaitan dengan kunjungan kerja Gubernur Bali ke Inggris dalam agenda London Climate Action Week.

Dalam kolaborasi tersebut, Inggris membuka peluang pemberian bantuan teknis untuk pengembangan kawasan rendah emisi atau Ultra Low Emission Zone (ULEZ). Dukungan juga diarahkan untuk membantu proses transisi menuju sistem transportasi publik yang lebih rendah karbon.

Baca Juga:  Pandangan Umum Fraksi - Fraksi DPRD Buleleng Terhadap Empat Ranperda

Minister Counsellor for Development Kedutaan Besar Inggris, Peter Rajadiston, menyatakan Badung memiliki posisi penting dalam perekonomian dan industri pariwisata Bali. Karena itu, pihaknya melihat pengembangan sistem mobilitas berkelanjutan sebagai agenda strategis.

“Kabupaten Badung memegang peran kritis dalam perekonomian dan pariwisata Bali. Kami sangat kagum dengan visi Bapak Bupati serta prioritasnya yang jelas mengenai mobilitas perkotaan berkelanjutan. Melalui kemitraan strategis ini, Pemerintah Inggris berkomitmen penuh mendukung upaya Badung mengembangkan solusi transportasi rendah karbon dan infrastruktur hijau demi masa depan berkelanjutan,” jelas Peter.

Kerja sama tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan kolaborasi antara Badung dan Inggris dalam menghadirkan sistem transportasi yang lebih teratur, rendah emisi, serta mendukung kebutuhan kawasan pariwisata.

Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk mempertahankan daya saing Badung sebagai destinasi wisata kelas dunia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan mobilitas perkotaan dan tantangan perubahan iklim.(den/updatebali)