Astra Perkuat Pencegahan Stunting di Sukabumi, Kader Gizi dan Posyandu Jadi Garda Terdepan

0
44
Astra bersama Kemendukbangga/BKKBN memperkuat upaya pencegahan stunting melalui peningkatan gizi, layanan Posyandu, dan pendampingan keluarga di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango, Sukabumi.
Astra bersama Kemendukbangga/BKKBN memperkuat upaya pencegahan stunting melalui peningkatan gizi, layanan Posyandu, dan pendampingan keluarga di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango, Sukabumi. Sumber foto : Astra Internasional/updatebali

UPDATEBALI.com, SUKABUMI – PT Astra International Tbk (Astra) bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak. Melalui Kader Gizi Sahabat Keluarga di tingkat desa, Astra mendukung berbagai intervensi untuk menekan angka stunting.

Sejak Juni 2025, Program Desa Sejahtera Astra Gedepangrango berfokus pada intervensi gizi, peningkatan kapasitas kader kesehatan, penguatan layanan Posyandu, serta pendampingan keluarga. Untuk melihat langsung implementasi program tersebut, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, mengunjungi Desa Sejahtera Astra Gedepangrango, Jumat, 9 Oktober 2026.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara pemerintah dan Astra dalam mendukung Program GENTING, khususnya melalui peran Kader Gizi Sahabat Keluarga di tingkat desa. Wamen Isyana juga mengapresiasi komitmen Astra yang berpartisipasi sebagai orang tua asuh dalam program tersebut.

“Kami optimistis angka stunting akan terus bisa ditekan. Kami melakukan berbagai kolaborasi, seperti hari ini menggandeng Astra. Ke depan diharapkan makin banyak perusahaan yang akan terlibat dengan upaya pencegahan stunting,” ujar Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.

Baca Juga:  Sambut Harganas 2025, Pemkab Jembrana Gaungkan Pentingnya KB dan Keluarga Sehat

Dalam kunjungan itu, Wamen Isyana didampingi Head of Environment & Social Responsibility Astra Diah Suran Febrianti dan Penggerak Desa Sejahtera Astra Gedepangrango Ending Khoerudin. Mereka meninjau berbagai program kesehatan masyarakat, mulai dari intervensi gizi bagi balita dan ibu hamil, penguatan layanan Posyandu, hingga pendampingan keluarga melalui kader kesehatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan intervensi gizi berupa bantuan nutrisi bagi keluarga berisiko stunting, seperti makanan siap santap atau bahan pangan sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan RI selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Selain itu, disalurkan pula bantuan nonnutrisi berupa perbaikan jamban, penyediaan air bersih, rumah layak huni, serta edukasi mengenai pencegahan stunting, pendampingan ibu hamil, pengasuhan balita, hingga pemberdayaan ekonomi bagi penerima manfaat. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyematan pin kepada para kader pendamping keluarga.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Sawo untuk melihat pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup sekaligus bertemu penerima bantuan intervensi gizi. Rombongan juga mengunjungi dua keluarga penerima manfaat Program GENTING di sekitar Posyandu ILP Sawo.

Selanjutnya, rombongan mengunjungi Wisata Legok Icak sebagai salah satu potensi wisata berbasis alam unggulan Desa Sejahtera Astra Gedepangrango. Di lokasi tersebut, rombongan melihat langsung proses pembuatan gula aren dan kerajinan anyaman yang menjadi bagian dari pengembangan kewirausahaan masyarakat.

Baca Juga:  Ekspor Perdana 10 Ton Ubi, Desa Binaan Astra Tembus Pasar Malaysia dan Singapura

Desa Sejahtera Astra merupakan program kontribusi sosial berkelanjutan yang berfokus pada pengembangan desa di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Program ini telah hadir di lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi dan menjangkau lebih dari 3 juta penerima manfaat.

Pembinaan Desa Sejahtera Astra Gedepangrango dimulai sejak 2021. Sejak Juni 2025, Astra terus memperkuat layanan kesehatan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kader, intervensi gizi, penguatan Posyandu ILP, serta kunjungan rumah oleh kader.

“Desa Sejahtera Astra tidak hanya berkontribusi untuk mengembangkan potensi ekonomi desa, tetapi juga menjadi ruang bagi Astra untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kami berharap kolaborasi bersama pemerintah, masyarakat dan keluarga dapat terus diperkuat sehingga manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujar Executive in Charge Astra Boy Gemino Kalauserang.

Pada tahap awal program, sebanyak 55 kader Desa Sejahtera Astra Pangrango mengikuti asesmen 25 keterampilan dasar kader Posyandu bidang kesehatan. Seluruh kader dinyatakan lulus dan memenuhi kompetensi sebagai kader tingkat Purwa, Madya, dan Utama yang diakui Kementerian Kesehatan RI.

Per September 2025, penguatan layanan kesehatan primer diwujudkan melalui implementasi Posyandu ILP. Implementasi tersebut meningkatkan jumlah kunjungan Posyandu dari 706 kunjungan menjadi 795 kunjungan atau naik 13 persen. Kunjungan didominasi kelompok remaja sebesar 68 persen serta kelompok dewasa dan lansia sebesar 90 persen.

Baca Juga:  Ketua YPS Harapkan Kehadiran Bali International Hospital Berdampak Positif Bagi Warga Sanur

Selama April hingga Juni 2026, sebanyak 55 kader juga melakukan kunjungan rumah rutin yang menjangkau 674 keluarga atau 1.781 anggota keluarga. Program kunjungan rumah akan terus dilaksanakan hingga Maret 2027 dengan dukungan program CSR sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan primer dan pendampingan keluarga.

Memasuki usia ke-70 dengan tema “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia”, Astra terus berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pengembangan usaha di sektor riil, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kontribusi sosial berkelanjutan. Hingga saat ini, keberadaan Astra telah memberikan dampak ekonomi dan sosial kepada lebih dari 16 juta orang, termasuk karyawan beserta keluarganya, pelanggan, serta lebih dari 3 juta penerima manfaat melalui Program Desa Sejahtera Astra.

Melalui kolaborasi bersama masyarakat Desa Sejahtera Astra Gedepangrango, Astra berharap berbagai potensi yang dimiliki desa dapat terus berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan, sejalan dengan cita-cita sejahtera bersama bangsa serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.(den/updatebali)