Bupati Sedana Arta Ikuti Upcara Tumpek Wayang, Ajak Masyarakat Rawat Kearifan Lokal Bali

0
34
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengikuti prosesi Tumpek Wayang di Desa Adat Tanggahan Talang Jiwa, Demulih, sebagai upaya melestarikan adat, tradisi, dan budaya Bali berlandaskan nilai Sad Kerthi.
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengikuti prosesi Tumpek Wayang di Desa Adat Tanggahan Talang Jiwa, Demulih, sebagai upaya melestarikan adat, tradisi, dan budaya Bali berlandaskan nilai Sad Kerthi. Sumber foto : Humas Bangli/updatebali

UPDATEBALI.com, BANGLI – Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menghadiri upacara Tumpek Wayang di Pura Bale Agung, Desa Adat Tanggahan Talang Jiwa, Desa Demulih, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pelestarian adat, tradisi, dan nilai-nilai kearifan lokal Bali yang berlandaskan Sad Kerthi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bali, anggota DPRD Kabupaten Bangli, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli.

Baca Juga:  Warga Kediri Heboh Lantaran Mobil Terbakar

Kehadiran jajaran pemerintah daerah ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi dan penguatan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan masyarakat Bali.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Bangli mengikuti sejumlah prosesi, mulai dari mebat ngaryanin ulam bakti hingga muspayang bhakti Tumpek Wayang. Keterlibatan Bupati dalam prosesi ini mencerminkan penghormatan terhadap adat dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Pelaksanaan upacara ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Bali Nomor 7 Tahun 2025 tentang Perayaan Rahina Tumpek sebagai Pelaksanaan Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali Berdasarkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi.

Baca Juga:  Satu Tahun Menjabat, I Nengah Duija Fokuskan Program Pemberdayaan Umat Melalui 10 Program Prioritas

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta berharap, pelaksanaan Tumpek Wayang tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian adat, seni, tradisi, dan budaya Bali.

Ia juga berharap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap pelaksanaan upacara dapat terus diwariskan kepada generasi muda, sehingga identitas dan jati diri masyarakat Bali tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga:  Bupati Bangli Serahkan Bonus Atlet Berprestasi pada Porprov Bali XV 2022

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sedana Arta juga ngaturang punia yang diterima langsung oleh Bendesa Adat Tanggahan Talang Jiwa, I Wayan Sukadana.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bangli mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan.

Dengan demikian, pelestarian tradisi tidak hanya menjadi tanggung jawab desa adat, tetapi juga merupakan komitmen bersama dalam mewujudkan kehidupan masyarakat Bangli yang harmonis, berbudaya, dan berlandaskan kearifan lokal.(yud/updatebali)