
UPDATEBALI.com, DENPASAR – PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan dan penyaluran Pertalite di sejumlah SPBU wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung telah kembali dipulihkan.
Sebelumnya, beberapa SPBU di kawasan tersebut sempat mengalami antrean panjang hingga mengular ke luar area SPBU akibat terbatasnya pasokan Pertalite dari terminal BBM.
Kondisi tersebut terjadi pada Kamis, 27 Agustus 2026. Saat itu, muncul pemberitaan mengenai antrean serta kekosongan Pertalite di sejumlah SPBU, termasuk di kawasan Jalan Imam Bonjol Denpasar dan Nusa Dua, Kabupaten Badung.
Keterbatasan pasokan Pertalite pada periode tersebut dipengaruhi penyesuaian jadwal sandar kapal di Integrated Terminal (IT) Manggis dan Fuel Terminal (FT) Sanggaran.
Pada saat yang sama, FT Sanggaran juga tengah melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan perawatan sarana serta fasilitas (sarfas) sebagai bagian dari standar operasional untuk menjaga keandalan, keselamatan, dan kontinuitas operasional terminal.
Kondisi itu menyebabkan kapasitas penerimaan dan penyaluran sementara menjadi terbatas. Karena itu, diperlukan pengaturan distribusi serta optimalisasi pasokan melalui terminal lainnya untuk memenuhi kebutuhan SPBU.
Untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat, Pertamina melakukan alih suplai Pertalite melalui IT Manggis sekaligus menyesuaikan distribusi ke SPBU berdasarkan tingkat kebutuhan dan prioritas wilayah. Setelah dilakukan percepatan sandar kapal dan penyesuaian distribusi, pasokan Pertalite mulai kembali pulih.
Pada 27 Agustus 2026, Pertamina menyiapkan penyaluran sekitar 2.300 KL Pertalite. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata kebutuhan harian SPBU Bali sebesar 2.109 KL atau mencapai 109 persen.
Penguatan pasokan kembali dilakukan pada 28 Agustus 2026 dengan penyaluran Pertalite sebesar 2.479 KL. Jumlah tersebut terdiri dari 424 KL dari FT Sanggaran dan 2.055 KL dari IT Manggis. Penyaluran itu mencapai sekitar 117 persen dari rata-rata kebutuhan harian, sehingga distribusi dapat kembali diperkuat, terutama ke SPBU yang sebelumnya mengalami antrean.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan Pertamina memahami meningkatnya kebutuhan masyarakat, khususnya di kawasan Denpasar dan Badung yang merupakan wilayah dengan mobilitas dan aktivitas pariwisata yang tinggi.
“Kami memahami adanya antrean yang sempat terjadi di sejumlah SPBU di Denpasar dan Badung. Kondisi ini terjadi karena adanya keterlambatan pasokan yang berdampak pada ketersediaan Pertalite di beberapa SPBU. Saat ini pasokan sudah kami pulihkan dan distribusi terus kami optimalkan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Kami juga memberikan prioritas pengiriman ke SPBU yang berada di wilayah dengan kebutuhan tinggi,” ujar Ahad.
Pertamina terus memantau secara berkala kondisi stok di terminal, kebutuhan masing-masing SPBU, serta realisasi penyaluran di lapangan. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai kebutuhan sekaligus menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat.
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar bijak dalam menggunakan maupun menyebarkan informasi melalui media sosial. Informasi mengenai kondisi antrean ataupun ketersediaan BBM diharapkan terlebih dahulu dipastikan kebenaran dan konteksnya sebelum dibagikan. Langkah tersebut penting agar informasi yang beredar tetap akurat dan tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.
Masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai ketersediaan dan layanan BBM dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 melalui kanal resmi Pertamina.(yud/updatebali)


